, , ,

Obat Batuk Untuk Balita Berdasarkan Usia yang Efektif dan Aman

oleh -
cara mengatasi batuk pada bayi berdasarkan usianya
cara mengatasi batuk pada bayi berdasarkan usianya dengan aman dan cepat

Anak seringkali terserang penyakit dikarenakan sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna. Anak lebih mudah terserang bakteri, virus dan mikoorganisme akibat dari sistem imunitas tubuh yang masih lemah. Gangguan pada kesehatan yang sering di derita anak-anak biasanya adalah batuk dan flu.

Walaupun batuk tidak membahayakan, penyakit batuk harus tetap selalu diwaspadi dan dilakukan pengobatan secepatnya. Pasalnya, batuk bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Bayi bisa kurang tidur karena tidurnya tidak nyenyak. Padahal, tidur merupakan salah satu fase pertumbuhan bagi bayi. Tidak hanya itu, batuk juga dapat mengganggu pola makan bayi. Anak saya yang berusia tiga tahun seringkali menolak makan jika ia sedang batuk. Pasalnya, ia bisa tersedak saat batuk waktu makan. Sedang putri kecil saya yang masih berusia 2 bulan, jika ia batuk lebih sering muntah sehabis minum ASI.

cara mengatasi batuk pada bayi berdasarkan usianya
cara mengatasi batuk pada bayi berdasarkan usianya. pict by palembang.tribunnews.com

Sebelum djonews membahas batuk, alangkah lebih baiknya kita mengenali dulu tentang batuk, baik pengertiannya, macam-macamny dan lain sebagainya.

Pengertian Batuk

Batuk sebenarnya tidak masuk dalam katagori penyakit. Menurut laman bidanku.com, batuk adalah pertahanan yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga saluran pernafasan. Batuk juga bisa dikatakan sebagai reaksi tubuh saat tenggorokan mengalami iritasi karena makanan, debu, asap dan lendir. Batuk yang terjadi pada anak dapat dikatagorikan dalam dua jenis, yakni batuk akut dan batuk kronis. Batuk yang tergolong akut merupakan batuk yang biasanya terjadi 14 hari. Sedangkan batuk yang tergolong kronis adalah batuk yang terjadi lebih dari 14 hari dan biasanya terjadi dalam 3 periode yaitu 3 bulan berturutan.

Macam-macam batuk pada anak

1. Batuk “Menggonggong”

Istilah untuk “batuk menggonggong” digunakan untuk sebutan dari penyakit peradangan pada trakea dan larings yang biasanya diakibatkan oleh alegri sesuatu, infeksi yang terjadi pada pernafasan atau perubahan suhu tinggi yang terjadi di malam hari. Saluran anafas anak akan menyempit sehingga terjadi peradangan, selain itu pita suara membengkak dan anak mengalami kesulitan saat bernafas. Inilah yang menyebabkan anak yang berusia dibawah 3 tahun menderita croup meskipun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah akan tetapi konsultasikan kepada dokter apabila sering dialami oleh anak.

Baca Juga :   Manfaat Blueberry bagi Ibu Hamil

2. Batuk Rejan

Anak yang mengalami batuk rejan kerap kali ingin muntah setelah suara batuk yang terakhir. Jika anak mengalami batuk terus menerus, terdapat bunyi “whoop” saat ia menarik nafas. Batuk ini disebabkan oleh bakteri pertussis yang bisa menular pada anak lain. Penularan melalui cairan yang terinfeksi, misalnya saat penderita tertawa, batuk atau bersin. Pada bayi yang menderita pertusis harus segera mendapatkan pertolongan dokter karena akan menyebabkan kekurangan oksigen.

3. Batuk Mengi

Dalam batuk Mengi ditkamui dengan adanya bunyi mengi ketika anak mengeluarkan nafas. Batuk mengi adalah suatu tkamu berarti adanya sumbatan pada jalan pernapasan bawah yang disebabkan oleh infeksi pernafasan seperti penyakit bronkiolitis atau pneumonia, asma atau juga tersangkut pada jalan pernapasan. Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dokter sehingga memiliki obat yang dapat meredakan gangguan yang dialami anak terkecuali kamu sudah mempersiapkan obat khusus sesuai resep dokter yang dapat menangani di rumah.

4. Batuk Mendadak

Batuk mendadak, pada batuk mendadak ini banyak penyebab terjadinya salah satunyayaitu karena tersedak makanan atau minuman yang saat makan atau minum masuk pada jalur yang salah. Makanan atau minuman yang harusnya masuk pada jalur pencernaan akan tetapi malah masuk pada jalur pernapasan sehingga membuat tersedak. Batuk jenis ini bisa cepat sembuh atau malah sulit reda.

5. Batuk Pada Malam Hari

Anak yang hanya batuk pada malam hari masuk dalam jenis batuk ini. Kondisi ini terjadi karena saat berbaring terjadi sumbatan pada hidung yang mengalir ke tenggorokan sehingga menimbulkan iritasi. Meski kondisi ini tidak membahayakan anak, batuk ini harus segera diatasi karena dapat menyebabkan asma pada anak.

6. Batuk Pada Siang Hari

Batuk yang hanya terjadi pada siang hari disebabkan karena asma, pilek, flu atau infeksi pernafasan. Kondisi lingkungan juga dapat mengakibatkan batuk pada siang hari.

Baca Juga :   Pengaruh Gadget bagi kesehatan yang Harus Anda Ketahui

7. Batuk pilek

Kondisi anak pilek seringkali disertai dengan batuk. Batuk yang dialami anak merupakan batuk yang berdahak atau batuk kering. Pada batuk pilek ini biasanya berlangsung selama 1 minggu sesudah pilek anak mereda.

8. Batuk dengan muntah

Jika batuk yang diderita anak sudah berat, biasanya disertai dengan refleks muntah. Kondisi ini tidak membahayakan selama anak muntah lendir bukan muntah darah.

9. Stridor

Pada Kondisi stridor suara napas yang keluar adalah berisik dan kasar. Apabila terdengar stridor pada anak, kamu dapat langsung sesegera mungkin membawa anak ke dokter. Penyakit stridor adalah pembengkakan yang dialami pada jalan pernapasan, dimana terjadinya penyakit ini yaitu dikarenakan croup (virus). Bahkan dapat terjadi disebabkan oleh penyumpatan jalan pernapasan yang berat atau dikenal istilah dengan penyakit epiglotitis.

Solusi dan Pencegahan Batuk pada Anak berdasarkan usia

Untuk dapat mengatasi batuk dan pilek yang diderita pada anak, kamu harus sesegera mungkin memberikan banyak cairan, karena dengan memberikan banyak cairan kepada anak dapat membantu mengencerkan dahak sehingga dahak lebih mudah keluar. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengobati batuk anak sehingga kamu tak perlu ketergantungan pada obat-obatan kimia.

Cara yang bisa kamu lakukan untuk mengobati batuk anak berdasarkan usianya

Mengobati Batuk pada Bayi Usia 0-6 bulan

Bayi dibawah enam bulan belum mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) atau masih ASI Eksklusif. Karenanya, sebaiknya meminimalkan obat-obatan kimia. Terlebih hanya untuk mengatasi batuk, kamu bisa menggunakan cara yang lebih alami. Berikut yang saya lakukan jika anak saya batuk saat masih berusia 0-6 bulan;

Beri cairan (ASI) kepada anak sebanyak mungkin, karena ASI dapat membuat dahak yang diderita pada anak lebih encer sehingga mudah untuk dikeluarkan. Jangan khawatir jika bayi muntah. Dahak bisa keluar bersama muntahan bayi.

Resep turun temurun dari orang tua saya, mereka menganjurkan mengoleskan minyak telon yang dicampur dengan potongan bawang merah. Pada penggunaan Minyak telon kamu dapat membalurnya di sekitar dada dan punggung bayi.

Pastikan ruang tidur bayi lebih hangat. Bisanya saya meletakkan potongan bawang merah disekitar tempat tidur bayi.

Mengobati Batuk pada Bayi Usia 6-11 bulan

Bayi di atas enam bulan sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Kamu bisa menangani batuk yang diderita pada bayi usia 6-11 bulan dengan cara yang sama yaitu ketika anak masih 0-6 bulan. Hanya saja, kamu bisa menambahkan memberi makanan yang bisa mengurangi gejala batuk pada bayi, misalnya air hangat, makanan hangat dan berkuah. Ada baiknya memberi minum air putih pada bayi sebelum makan pagi.

Baca Juga :   Dokter Tirta Imbau Masyarakat Mulai Gunakan Masker Kain, Ini Alasannya

Mengobati Batuk pada Bayi Usia 12 bulan

Bayi yang sudah berusia 12 bulan boleh diberi makan yang sama dengan keluarga. Menurut dari arahan dari WHO, bayi yang umurnya dibawah 12 bilan tidak membutuhkan gula dan garam tambahan, sebab kebutuhannya sudah tercukupi dengan diberikannya ASI dan MPASI. Jadi, kamu dapat menjalankan pengobatan batuk pada bayi 12 bulan seperti layaknya anak-anak pada umumnya.

Berikut cara menangani batuk menurut pengalaman saya

Minum Air Hangat.

Kenapa minum mair putih? Karena Air putih sejak zama dahulu sering digunakan untuk mengatasi penyakit batuk. Mengutip dari suatu situs okezone.com, Ahli Gizi Prof Dr Ir Hardinsyah, MS dia mengatakan, bahwa air putih bisa memperlambat pertumbuhan dari virus dan bakteri di dalam tubuh. Selain itu selama tubuh kita mengalami batuk, air putih hangat bisa menjadi bahan untuk pelega tenggorokan dari rasa tidak nyaman yang diakibatkan batuk. Perbanyalah untuk membiasakan minum air putih hangatakan, yang mana ini dapat membantumu mengatasi batuk yang kamu alami. Meminum Air putih hangat dapat menjadi obat batuk tradisional yang harganya murah dan mujarab untuk batuk kamu.

Minum Campuran Madu dan Jeruk Nipis.

Bayi dibawah 12 bulan juga belum boleh mengkonsumsi madu. Pasalnya, madu mengandung spora Clostridium botulinum yang diperoleh ketika lebah mengambil makanan dari tanah atau tumbuhan. Clostridium botulinum tidak berbahaya untuk orang dewasa karena pencernaanya sudah kuat. Jadi, bayi boleh mengkonsumsi madu jika sudah berusia 1 tahun karena pada usia ini pencernaannya sudah cukup matang. Nah, untuk mengatasi batuk pada bayi diatas satu tahun, biasanya saya mencampur madu dan perasan jeruk nipis dengan komposisi 1:1 sehari tiga kali.

Minum Parutan Kencur.

kencur mengandung minyak atsiri yang berkhasiat mengatur otot-otot di saluran pernafasan sehingga tenggorokan akan terasa lega. jika ingin menggunakan ramuan ini, siapkan tiga siung kencur kemudian diparut. Peras hasil parutan, tambahkan setengah gelas air hangat dan gula batu. Berikan pada anak dua kali sehari.

Sedangkan untuk dapat mencegah batuk yang terjadi pada anak, sebagai berikut :

  • Apabila kamu sedang batuk maka sebaiknya kamu menggunakan masker, yang bertujuan supaya tidak mudah menular pada anak kamu.
  • Menutup mulut ketika batuk.
  • Berikan makanan yang bergizi yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak kamu.
  • Cegah beberapa penyakit batuk dengan imunisasi. Batuk yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu imunisasi DPT dan imunisasi BCG.

Demikian cara mengatasi batuk yang biasa saya lakukan dirumah. Simple, tidak perlu obat-obatan kimia. Namun, saran ini tidak menggantikan saran dokter ya mam. Konsultasikan pada dokter anak/tenaga kesehatan jika batuk tak kunjung reda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *