Warga Tandang Tolak Pembangunan Rumah Duka

oleh -
Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang memberikan mediasi terhadap pihak terkait.

Semarang – Beberapa warga yang berada di wilayah RW XIV, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang Kota Semarang baru-baru ini menolak pembangunan rumah duka dan Krimatologi yang rencananya akan dibangun oleh PT Pagoda Graha Abada, kemarin. Akibat dengan rencana pembangunan tersebut beberapa warga membawa spanduk dengan bertuliskan penolakan.

Lurah Tandang Ony Gunarti Setyo Rini mengatakan bahwa PT Pagoda Graha Abadi tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga sehingga warga tidak mengetahui kalau tempat tersebut akan dijadikan sebagai tempat krematorium dan rumah duka. Selain itu pihak PT juga belum mendapatkan surat pengantar dari RW setempat.

“Selama ini mereka belum mendapatkan surat pengantar dari RT RW, maka dari itu kita tidak akan menandatangani permohonan IMB. Karena itu terkait dengan lingkungan warga di wilayah Tandang,” ujarnya,kemarin.

Lurah yang kerap dipanggil Bu Ony tersebut menambahkan, dalam kepengurusan tingkat RW, telah dilakukan rapat terbatas dengan menghadirkan ketua RT dengan membahas tentang penolakan pendirian rumah duka dan krematorium di wilayah RT 7 RW XIV.

“Rata-rata Warga tidak sepakat, selain itu jenazah dari wilayah lain ini bisa mempengaruhi psikologis masyarakat sekitar dan rumah duka atau krematorium tidak boleh dibangun di pemukiman,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama dari PT Pagoda Graha Abadi, Foeng Mulyadi Widodo berharap bisa bertatap muka serta bermusyawarah bersama warga untuk mendengar permasalahan yang terjadi terkait dengan pembangunan rumah duka dan krematorium.

Menyalinkode AMP

“Pembangunan rumah duka dan krimatologi ini akan menyajikan konsep terbaru. Jadi akan jauh dari kesan seram, angker, atau mistis. Karena memang akan mengikuti pola seperti di luar negeri dan akan menyajikan rumah duka yang modern,” jelasnya.

sedangkan Ketua RW XIV, Suparlan mengaku bahwa warga diwilayah RW tidak setuju. Hal itu ditunjukkan dengan tanda tangan dari masing-masing ketua RT. “lebih baik cari tempat lain saja. Disini sudah ada tanda tangan semua warga yang akan dikirim ke DLH,” tegasnya.prio

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *