Wajib Tahu apa itu Toxic Parents? Hati2!

oleh
Wajib Tahu apa itu Toxic Parents Hati-hati

Yang Perlu di sadari dari Toxic Parents

Wajib Tahu apa itu Toxic Parents Hati-hati yang perlu disadari dari toxic parents

Banyak Menuntut Tapi Lupa Membimbing

Anak membutuhkan bimbingan dari orang tuanya dalam segala bidang. Apapun bentuk dukungan yang orang tua berikan akan sangat menentukan hidup anaknya.

Saat membandingkan anak, seharusnya orang tua berkaca terlebih dahulu tentang sejauh apa bimbingan dan dukungan yang telah mereka berikan kepada anak dalam hal yang sedang mereka bandingkan itu.

Misalnya saja, membandingkan anak yang dirasa tidak mempunyai kemampuan khusus di bidang apapun, tidak ada yang membuatnya menonjol dan semua bahkan terlihat biasa.

Orang tua yang ingin memiliki anak berprestasi malah membandingkan dengan anak tetangga yang baru saja menjuarai lombatenis tingkat provinsi.

“Kamu harusnya mempunyai prestasi dan kemampuan menonjol, seperti itu!”, ujar sang toxic parents. “Anak pak Lurah itu bisa berprestasi, juara tenis tingkat provinsi.” Imbuhnya.

Baca Juga:  Penyebab Anak Suka Memukul dan Cara Mengatasi

Padahal anak pak Lurah ini sejak usia 3 tahun sudah diperkenalkan tenis, bahkan karena keantusiasan sang anak, pak lurah mati-matian melatih dan mengikutsertakan anaknya dalam berbagai les dan lomba.

Tahunan jerih payah disertai jutaan tetes keringat serta air mata, sehingga ia dapat berhasil menyabet gelar juara tingkat Provinsi. Apakah perjuangan serupa sudah dilakukan? Lantas dengan begitu berani membandingkannya?

Coba renungkan, sejauh apa sebagai orang tua membimbing dan berusaha mengasah bakat sang anak. Apakah sudah maksimal, baru seadanya, atau bahkan tidak pernah sama sekali?

Bila belum melakukan apa pun, lalu pantaskah orang tua menuntut anak dan membandingkannya dengan kehebatan anak orang lain?

Apalagi untuk sesuatu yang merupakan kelemahan atau hal diluar batas kemampuan sang anak.

Gambaran lain, Orang tua yang ingin anaknya dapat berkemampuan bahasa dengan baik. Menuntut anak untuk dapat bertutur kata lembut, padahal orang tuanya sendirisering berkata kasar.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu kata peribahasa.

Hal ini pun berlaku terhadap hubungan orang tua dengan anaknya. Peran orang tua dalam menentukan kehidupan anak sangatlah besar.

Orang tualah yang membentuk pribadi seorang anak, tidak terkecuali bagaimana prestasi mereka, perilaku keseharian hingga masa dewasanya kelak.

Jadi, sebelum banyak menuntut, lihatlah ke belakang, seberapa jauh bimbingan yang telah kamu lakukan sebagai orang tua terhadap anak.

Tips Menghadapi Toxic Parent bagi Anak

Wajib Tahu apa itu Toxic Parents Hati-hati tips menghadapi toxic parents bagi anak

Anak yang terperangkap dalam kondisi toxic parents berada dalam keadaan yang tidaklah dapat dikatakan mudah. Perlu kesabaran ekstra agar tetap dapat menghargai dan tidak menyinggung perasaan orang tua.

Berikut rangkuman beberapa cara yang dapat kamu pelajari sebagai tips menghadapi toxic parents:

1. Tetapkan Batasan Pribadi dengan Orang Tua

Bagi kamu mungkin terlihat tidaklah mudah dalam membuat ketetapan batasan terhadap toxic parents, apalagi bila masih tinggal dalam satu rumah yang sama.

Baca Juga:  Pengertian Teknik Linear Dalam Karya Seni

Dalam rangka mewujudkan batasan ini kamu perlu untuk bersikap asertif, artinya kamu dapat berbicara tegas serta percaya diri dalam suatu komunikasi dengan tanpa memancing respons negatif dari lawan bicaramu.

Berbincanglah dengan orang tua, katakan apa saja yang dapat membuatmu merasa tidak nyaman atau bahkan tidak membuatmu bahagia.

Sesekali kamu pun dapat menolak terhadap hal-hal yang memang tidak dibenarkan. Pastikan pula untuk memberi orang tua alasan jelas agar kamu tidak lagi dipaksa melakukannya.

2. Alihkan Pembicaraan menjadi Hal Positif

Saat orang tua tengah mengutarakan keinginan mereka yang ternyata bukan keinginanmu atau mengkritik tanpa adanya dukungan terhadapmu, usahakanlah untuk tidak terbawa emosi yang kemudian dilanjutkan mendebat.

Bukannya masalah antara kamu dan orang tua akan cepat selesai, perdebatan yang terjadi hanya akan memperkeruh hubunganmu sebaga anak kepada orang tua.

Jauh akan lebih baik bila kamu dapat mengalihkan pembicaraan ke hal yang positif, ini akan membantu orang tua untuk melupakan pembahasan yang tidak mengenakkan.

Seperti membahas pencapaian yang telah kamu lakukan, atau sekedar menanyakan hal yang membuat orang tuamu merasa senang di hari itu.

3. Sibukkan diri di Luar Rumah

Cobalah agar mempunyai kesibukan di luar rumah, tentu kesibukan yang dapat bermanfaat. Dan ini bukan sebuah pelarian dari kondisi toxic parents, lho. Cobalah untuk bisa menyimak artikel ini.

Kegiatan seperti ini perlu kamu lakukan sebagai salah satu tips menghadapi toxic parents, agar pikiranmu dapat terbebas dari ucapan toxic parents yang mengganggu kesehatan mental, rendah diri sebagai salah satu contohnya.

Kamu dapat menekuni hobi, belajar akan hal yang belum kamu ketahui atau lakukan. Dan buatlah kebanggaan tumbuh dalam benak orang tua, sehingga mereka mempunyai alasan kuat untuk dapat mendukung apa yang kamu lakukan.

Baca Juga:  Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 0-2 Tahun

4. Luangkan Waktu Sendiri

Me time, begitu orang biasa menyebutnya. Perlu bagi kamu untuk sesekali melakukan Tips menghadapi toxic parents yang satu ini, luangkan waktu untuk dapat kembali mereset energimu baik secara fisik maupun mental.

Banyak cara untuk melakukan me time, seperti staycation ke hotel, pergi ke pantai, mendaki gunung, atau sekedar ke taman dan menikmati suasana yang tenang.

Hasilnya, me time dapat membuat pikiran lebih rileks. Ini akan membantumu dalam melakukan tips menghadapi toxic parents dengan sabar. Me time juga termasuk dalam salah satu bentuk mencintai diri sendiri, lho.

Meluangkan waktu seperti ini merupakan hal yang penting demi meningkatkan rasa percaya diri yang bisa jadi terluka akibat toxic parents.

5. Jangan Mengubah Orang Tua Secara Paksa

Meskipun yang orang tuamu lakukan adalah kesalahan, tetap saja bukan jawaban yang baik bila kamu memaksa orang tua untuk berubah menjadi orang tua yang ideal, terlebih dengan cara yang singkat.

Yang mungkin akan terjadi malahan, memancing keributan yang tentu dapat membuatmu merasa frustasi. Lebih baik bagi kamu untuk fokus mengontrol diri dalam merespons toxic parents agar perasaan mereka tidak tersinggung.

Terlepas dari sifat toxic parents ini, sudah seharusnya kamu sebagai seorang anak yang dirawat sejak kecil tanpa berharap pamrih untuk selalu menyayangi dan mengasihi kedua orang tua.

Kontrol emosimu, berbicara lembutlah pada keduanya, dan tetaplah bersikap sopan dan baik.

Bila kamu masih kesulitan menghadapi kondisi toxic parents, maka konsultasikanlah pada Psikolog agar mendapatkan solusi yang tepat.

Bila memungkinkan bujuk pula orang tua untuk ikut serta berkonsultasi dan mendapat arahan tentang hubungan yang baik antara orang tua dengan anak.

Sekian dari DjoNews, kamu juga bisa bertanya melalui kolom komentar yang ada, lho!

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel dan informasi kesehatan dan kecantikan lainnya dibawah ini