Veteran Perang, Naiki Podium

oleh -
Ganjar menghormati para Veteran pejuang perang yang telah berjuang di medan pertempuran pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 ke 75 tahun.

DjoNews.com – Semarang, Kehadiran para pejuang veteran kemerdekaan dalam upacara HUT RI biasanya hanya sebagai tamu undangan. Namun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuat kejutan dengan mengundang salahsatu dari mereka untuk naik ke podium inspektur upacara.

Awalnya upacara HUT RI ke-75 di halaman Kantor Gubernur Jateng, berjalan seperti biasa pada Senin (17/8). Ganjar sebagai inspektur upacara membacakan amanat tentang sosok Mbah Padmo Darsono, warga Dusun Girpasang, Klaten.

“Di ulang tahun ini rasanya sangat jarang kita mendengar apa kata veteran, apa yang dirasakan beliau. Dalam kesempatan yang baik ini saya mengundang senior kita, veteran kita untuk naik ke podium ini, saya persilahkan,” kata Ganjar.

Sejumlah pejabat dan peserta upacara nampak terkejut dengan permintaan Ganjar. Oleh sebab permintaan itu tidak ada dalam tata urutan upacara yang telah disusun. Salah satu veteran kemudian berdiri dan berjalan ke arah Ganjar. Satu petugas upacara nampak menggandeng veteran itu yang diketahui bernama M Amin Munadjat, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jateng.

Baca Juga :   Pemberlakuan Penutupan Jalan Mulai Senin

Sesampainya Munadjat di atas podium, mempersilahkan Munadjat memberi pesan-pesan kemerdekaan. Tak langsung memberi pesan, Munadjat justru mengomentari cerita Ganjar tentang Mbah Padmo. Munadjat pun mengapresiasi langkah Ganjar dalam memimpin masyarakat Jawa Tengah.

“Di tengah gemerlapnya Semarang, Bapak tidak lupa jauh di ujung sana, di puncak bukit, ada masyarakat kita yang sangat sederhana. Itu patut kita apresiasi,” kata Munadjat.

Menyalinkode AMP

Pada kesempatan itupun Munadjat menyatakan keprihatinan melihat melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, hankam, dan agama menjadi bahan yang diperdebatkan secara berlebihan bahkan keluar dari konteksnya. Menurutnya, perbedaan pandangan itu tidak seharusnya menjadi perpecahan.

“Kita bangsa bhinneka dan kita harus menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya pedoman oleh setiap warga bangsa,” ungkapnya. Munadjat juga secara khusus menitipkan pesan pada Ganjar untuk terus menjaga persatuan,keguyuban, dan kerukunan warga.

Baca Juga :   Rp 30 Juta Supaya Bisa "Masuk" ke Keraton

“Mewakili teman-teman veteran kami titip agar jateng tetap terjaga persatuan kesatuannya, guyub rukun warganya, dijiwai nilai-nikai Pancasila untuk menajdi bangsa yang tata tentrem kerta raharja,” terangnya. Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di lingkungan Provinsi Jawa Tengah sendiri digelar dengan sederhana.

Peserta upacara tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar meriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang. Tahun ini upacara hanya diikuti sebagian dari ASN Pemprov Jateng, perwakilan dari TNI-Polri, dan pelajar.

Sementara itu Ganjar menyampaikan bagaimana kesederhanaan warga di Dusun Girpasang, Kabupaten Klaten. Ia bahkan belajar banyak dari seorang tokoh bernama Mbah Patmo Darsono yang sudah berusia sekitar 70 tahun tetapi tetap bersemangat dan selalu bersyukur tanpa mengeluh.

Baca Juga :   Anggap Covid-19 Tidak Real, Wanita Semarang Viral

“Spirit dari Mbah Patmo untuk jangan mengeluh itu yang harus terus ada di dada kita. Menengok sanubari dan menakar kadar cinta kepada negeri. Tidak dari seberapa penting posisi atau tenarnya nama kita,” kata Ganjar.lius

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *