fbpx

Unjuk Rasa, Ribuan Driver Ojol Bawa Empat Tuntutan

  • Bagikan
Ribuan driver ojol melakukan unjuk rasa dengan membawa empat tuntutan untuk kesejahteraan para driver.

Djonews.com, SEMARANG – Ribuan masa driver ojek online (ojol) menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (7/3/2022) pagi. Masa menuntut kesejahteraan yang kurang diperhatikan.

Ribuan driver tersebut berasal dari Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Banyumas, Purwokerto hingga Brebes. Dalam aksi, ribuan driver Ojol tersebut menyampaikannya empat tuntutan untuk Gubernur Jawa Tengah.

Selain itu, driver Ojol juga meminta Gubernur Jateng agar segera merumuskan peraturan daerah terkait penyesuaian tarif. Penyesuaian tarif disuarakan, karena menurut mereka ada angka yang tidak sesuai untuk tarif pada 4 aplikator yang merugikan para driver Ojol

Para Ojol tersebut juga menuntut agar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Tengah untuk memasukan driver Ojol dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Ugi Nugroho, perwakilan driver Ojol yang tergabung dalam Go Jateng, menjelaskan, aksi tersebut merupakan gerakan yang sudah disepakati para driver Ojol.

“Aksi hari ini merupakan aksi yang sudah disepakatinya oleh rekan-rekan, yang sudah bekerja dari 2015 hingga 2022,” katanya di sela-sela aksi

Dilanjutkannya, para driver Ojol meminta pemerintah dan aplikator memperhatikan kesejahteraan driver Ojol.

“Untuk itu kami menggelar aksi untuk menyerukan nasib para driver Ojol. Jika tuntutan tidak ditanggapi kami akan gelar aksi lebih besar lagi,” katanya.

Adapun Awan Pramono, Ketua Orang-orang Aspal (02A), yang juga mewakili driver Ojol, menyampaikan jika nasib para driver Ojol semakin memprihatinkan.

“Kami minta aplikator mengerti, karena mereka bisa makan enak dan duduk di kantor berkat keringat driver,” ucapnya.

Lebih jauh Awan memaparkan, para driver ojol menggelar aksi untuk menutut hak dan perbaikan nasib dan kesejahteraan.

“Kami meminta ada payung hukum untuk kami karena selama ini kami hanya dianggap mitra, di saat kami melakukan kesalahan kecil kami ditindak tegas. Padahal di luar kesalahan juga kami bekerja untuk mereka. Namun kesejahteraan kami tak diperhatikan,” tambahnya.kus

Baca Juga:  Bebas Murni, Pengusaha Semarang Bakal Tuntut Balik
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.