Tanaman Rusak Parah, Rugi Hingga Jutaan

1 min read

Semarang – Paska demo yang dilakukan oleh kelompok buruh dan mahasiswa dalam penolakan UU Cipta Kerja, taman yang ada di Jalan Pahlawan, Tugu Pahlawan dan Simpang Lima Semarang rusak parah.

Banyak tanaman yang mengalami kerusakan pada bagian batang, serta ada tanaman yang sengaja dicabut oleh oknum buruh serta mahasiswa yang melakukan unjuk rasa kemarin.

Baca Juga;

 Kerusakan dimulai dari depan Kantor Gubernuran, Tugu Pahlawan, sampai Simpang Lima Beberapa pot pecah dan bahkan pedestrian juga banyak yang rusak.

Sebelumnya massa juga melakukan corat-coret di tembok dan pedestrian. Namun Kamis (08/10/2020) kemarin, tulisan sudah hilang karena telah di cat ulang.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkrim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan tanaman yang selama ini sudah ditanam jauh-jauh hari ini kini rusak akibat di injak-injak oleh peserta aksi.

“Banyak tanaman yang rusak, jumlahnya mencapai 12 ribuan lebih tanaman yang dicabut, rusak kerena diinjak-injak dan yang lainnya,”ujarnya.

Terlebih ada sekitar 12.200 tanaman yang rusak di sepanjang Jalan Pahlawan. Yakni terdiri dari, 200 soka, 1.500 bougenville, 700 trikalor, 1.300 pangkas kuning, 2.500 sambang darah, 500 melati paris, dan 5.500 kacangan.

Baca Juga:  Pelaku Pengrusakan Demo Omnibus Law di Sidang

“Kami sudah lakukan pengecekan, tanaman yang rusak apa, jumlah dan jenisnya juga kami hitung. Belum lagi pot yang sengaja dipecahkan pendemo juga telah kami catat, jumlah kerugiannya mencapai Rp 100 jutaan,” tambahnya.

Pihaknya menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan pendemo dengan merusak taman ataupun infastruktur yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemkot Semarang. Padahal sebelumnya taman yang ada di Jalan Pahlawan ini terlihat asri dan indah, karena sudah ditanam sekitar enam bulan lalu.

“Aspirasi masyarakat ini kami hormati, namun harus tetap menjaga etika jangan sampai merusak fasilitas public seperti street furniture, taman dan median jalan,” keluhnya.

Dalam penggantian tanaman, pihaknya tidak buru-buru dikarenakan mungkin masih ada demo susulan.

 “Pot yang pecah kita ambil, yang masih bisa dipakai kita pakai. Untuk beli pot baru ataupun ganti tanaman belum ada anggaran. Tamanan yang bisa kami selamatkan, sementara dipindah ke kebun bibit, kita juga belum lakukan perbaikan,” terangnya.wid

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *