Tambah Penghasilan, Emak-emak di Kendal Dilatih Membuat Olahan Singkong

oleh -
Tambah Penghasilan, Emak-emak di Kendal Dilatih Membuat Olahan Singkong

DjoNews.com – Masa pandemi Covid-19 dibutuhkan kreativitas dan keuletan agar bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari.

Emak-emak di Kendal misalnya, dilatih membuat olahan singkong yang digelar oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Pegandon. Pelatihan ini untuk meningkatan kualitas hidup perempuan (PKPH) usia produktif atau di bawah 45 tahun.

Ketua PKBM Bina Warga Pegandon, Maftukhin mengatakan, program PKPH ini diikuti 30 peserta. Pelatihan dilakukan di ruang praktek SMK PGRI 02 Pegandon. Jenis olahan singkong yang dibuat yaitu wingpoh, bolu kukus singkong, puding singkong dan cake singkong.

“Kami memilih olahan dari singkong, karena tanaman singkong di sekitar cukup banyak,” katanya disela-sela pelatihan, Selasa (15/09/2020).

Maftukhin berharap, setelah pelatihan ini, peserta yang sebagian besar ibu rumah tangga ini diharapkan bisa menjadi pionir UMKM bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya.

Baca Juga :   Bongkar Bangunan PKL Di Atas Saluran

Dengan keterampilan membuat kue, maka bisa dijadikan bekal untuk membuka usaha sampingan di rumah, sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

“Untuk membantu penjualannya, nanti ada rencana membuat lapak-lapak kuliner,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Siti Nurzaziroh mengatakan, olahan singkong seperti wingpoh, bolu, puding dan cake merupakan olahan yang banyak digemari, sehingga mudah menjualnya. Makanan berbahan singkong juga memiliki nilai gizi yang bagus.

“Walaupun berbahan singkong, namun dibuat dengan campuran yang tepat, sehingga rasanya enak dan tampilannya juga menarik,” katanya.

Sementara itu di PKBM Sanggar Harapan digelar pelatihan clas barista kopi dan Pembukaan Program Kecakupan Wirausaha (PKW), di sekretariat Desa Galih Kecamatan Gemuh.

Baca Juga :   Pasar Tradisional Di Tutup, Pedagang Kena Covid-19

Pelatihan Program Kecakupan Wirausaha (PKW) bakal mencetak interpreuner di bidang barista, kalau program PKK itu lebih ke uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat bisa langsung kerja.

“Kalau program PKW kita memberikan alat untuk membantu usaha para peserta agar bisa berwirausaha secara mandiri,” kata Ketua PKBM Sanggar Harapan Agus Nurcahyo.

Agus mengatakan, PKBM Sanggar Harapan pelatihan kali ini mendapatkan kuota 25 peserta dan akan dibagi menjadi 5 kelompok.

“Nantinya kita akan membantu alat untuk berwirausaha, minimal kita akan bentuk frences seperti janji jiwa atau Thai tea. Tapi saat ini kita fokus di Kopi, tidak hanya kopi hitam namun juga varian kopi,”jelas Agus.

Dikatakannya, PKBM Sanggar Harapan membuka pelatihan sudah berjalan dari bulan Agustus dan sudah bekerja sama dengan beberapa cafe dan UMKM yang sudah berdiri.

Baca Juga :   Naikkan Nilai UMKM, Pertamina Salurkan Bright Gas

“Kita menggandeng cafe KLO di desa Caruban, dan UMKM Kadin. Saya berharap para peserta lebih kreatif dan terus mengasah skil dikarenakan Kopi ini butuh kreatifitas agar lebih menambah gairah saat menikmatinya,”harapnya.

Sementara Kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Wahyu Yusuf mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kepada PKBM Sanggar Harapan yang sudah melakukan terobosan dan mampu melihat apa yang dibutuhkan di lapangan.

Dikatakannya, Progam Kecakapan ini sangat dibutuhkan banyak pihak, dan harapannya temen-temen ini mempunyai mental untuk berwirausaha dan mandiri dapat menciptakan usaha.

“Ini merupakan tantangan kami bersama PKBM untuk mengantarkan temen-temen ini agar bisa berwirausaha dan semoga temen-temen ini sukses,”tutur Wahyu.

Sumber: Ayosemarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *