Tak Taat Bayar Pajak Reklame Kendaraan Kena Sanksi

oleh -
peraturan untuk Pajak reklame kendaraan yang menjadi pemasukkan untuk Kota Semarang.
peraturan untuk Pajak reklame kendaraan yang menjadi pemasukkan untuk Kota Semarang.

Djonews.com – Semarang, Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Semarang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Semarang agar taat membayar pajak reklame kendaraan. Jika tidak taat membayar, sanksi tegas hingga pencabutan izin.

Kepala Bidang Pajak II Kota Semarang , Elly Asmara mengatakan untuk pajak reklame kendaraan adalah satu diantara jenis pajak reklame di Kota Semarang. Sampai tahun ini, pajak reklame kendaraan hanya masuk 5 persen. Dikatakan Elly, dari target masih sangat jauh. “Sampai saat ini hanya masuk 5 persen atau sekitar Rp 500 juta dari total target sebesar Rp 17 miliar khusus untuk pajak reklame,”katanya, Rabu (8/7) kemarin.

Menurut Elly, pendapatan daerah tetap berjalan sebagaimana semestinya. Khususnya, bagi perusahaan yang menggunakan reklame kendaraan. “Itu berlaku untuk mobil atau kendaraan roda dua. Dikenakan tarif Rp 150ribu per meter persegi per tahun. Itu untuk besaran pajaknya,”terang Elly.

Baca Juga :   Banyak Toko Sepi Pembeli

Wajib pajak sudah sesuai dengan keputusan Wali Kota Semarang, No. 970/154 tahun 2020 tentang penetapan nilai sewa reklame (NSR) di Kota Semarang. Dijelaskan Elly, setiap jenis reklame berbeda tarifnya. Dalam keputusan yang sudah diatur, reklame dihitung berdasarkan nilai sewa reklame.

“Ada jenis reklame megatron atau video, reklame baliho, bilboard, kemudian ada reklame kain atau cover atau semacam umbul-umbul banner. Jadi reklame dihitung berdasarkan nilai sewa reklame, dengan tarif sesuai peraturan daerah yakni 25 persen,”paparnya.

“Perusahaan yang berlokasi di Semarang nanti akan kita beri pemberitahuan lewat surat. Mengenai kewajiban untuk pendaftaran pajak reklame kendaraan,”jelasnya.

Bagi yang ngeyel dan tidak mau membayar pajak, sanksi akan diberikan. “Sanksi tegas yakni pertama himbauan, surat peringatan sampai dengan penghentian operasional,”tegasnya.lius

Baca Juga :   ASN Pemkot Kota Semarang Positif Covid-19

Baca Berita Semarang Harian Klik Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *