Sering Terlupakan, 5 Aspek Kecerdasan Anak yang Perlu Kamu Ketahui

oleh
5 aspek kecerdasan anak

“Kamu jangan main itu ya, nanti kotor.”
“Mainnya jangan ke luar rumah, kamu main di dalam kamar saja.”

Kamu pernah bersikap seperti ini nggak nih sama si Kecil di rumah? Perlu kamu ketahui bahwa pola asuh seperti ini hanya akan membuat anak jadi kurang bereksplorasi lho.

Padahal ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa eksplorasi mendukung tumbuh kembang anak. Ada baiknya saat anak mencoba untuk mengeksplorasi diri, cobalah untuk memberikan dirinya kesempatan.

Kesempatan yang kamu berikan ini tanpa disadari akan membuat dirinya memiliki kesempatan terbuka untuk lebih belajar banyak hal.

Si Kecil juga pelan-pelan belajar untuk menambah kemampuan motoriknya sendiri, sehingga terlatih dan lebih percaya diri.

Untuk orang tua yang belum mengetahui aspek kecerdasan si Kecil, berikut rangkuman dari Djonews.com menurut penelitian dari The Early Years Foundation Stages tahun 2007.

Psikomotor

Perlu kamu ketahui bahwa mengembangkan kemampuan psikomotor si Kecil merupakan bagian terpenting.

Baca Juga:  Obat Batuk Untuk Balita Berdasarkan Usia yang Efektif dan Aman

Ini dikarenakan psikomotor menyangkut perkembangan fisik dan mental si Kecil sendiri. Peran orang tua kali ini hanya perlu memberikan dukungan kepada anak dalam mengembangkan kemampuan psikomotor, sehingga membentuk kepribadian dirinya menjadi sosok yang lebih percaya diri.

Perhatian

Kemampuan memperhatikan untuk Si Kecil juga menjadi aspek yang penting, lho. Dari terbiasa memperhatikan, anak akan belajar berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Untuk mengasah kemampuan si Kecil ini, kamu bisa membantu dirinya dengan mendukung dan memberikan waktu dalam menyelesaikan tugasnya.

Bahasa

Kamu sudah tahu belum mengenai perkembangan bahasa yang bisa dilakukan si Kecil dari tahun ke tahun?

Di usia 12 hingga 18 bulan, si Kecil mampu menirukan suara yang ada di sekitarnya.

Lalu di usia 18 hingga 24 bulan, si Kecil sudah punya kemampuan untuk mengucapkan kata demi kata meskipun belum terlalu lancar. Kemudian di usia 30 hingga 36 bulan, si Kecil akan pelan-pelan tata bahasanya sudah mirip orang dewasa.

Kemampuan berbahasa itu penting sekali untuk berinteraksi, pembelajaran dan perkembangan sosial anak.

Baca Juga:  5 Manfaat Cumi-Cumi untuk Kesehatan Anak Balita

Agar anak mampu mengembangkan kemampuannya, kamu bisa membantu dengan membacakan cerita.

Di tengah-tengah cerita, kamu juga bisa nih melibatkan anak di dalam cerita tersebut.

Melalui cerita, ini akan membantu dirinya agar lebih mengenal banyak kosakata baru.

Memori

Salah satu aspek lain yang menjadi bagian terpenting dari pembelajaran si Kecil yaitu memori. Melalui memori yang baik, si Kecil akan belajar mengenai berbagai hal.

Memori akan membuat si Kecil memiliki ingatan dari beragam pengetahuan hingga pengalaman bersama teman-temannya.

Untuk mengasah memori yang ada diingatan si Kecil, kamu bisa lho sesekali membiarkan dirinya bercerita.

Saat anak bercerita, usahakan untuk mendengarkan cerita itu dengan baik agar dirinya pun semakin bersemangat.

Cara sederhana seperti ini jika terbiasa dilakukan mampu merespons ingatan si Kecil, lho.

Penyelesaian Masalah

Dalam hidup pasti tidak akan selalu berjalan mulus. Pasti ada saja masalah yang perlu dihadapi dan diselesaikan, termasuk di usia anak-anak.

Kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah akan semakin terbiasa dan diselesaikan dengan baik jika kamu sebagai orang tuanya memiliki peran di dalamnya.

Baca Juga:  Fakta Kunyit Menambah Nafsu Makan

Kamu perlu membantu dan mendukung si Kecil agar bisa belajar menyelesaikan masalah.

Ajarkan juga mengenai hal-hal baru agar si Kecil terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri. Contohnya seperti membuat perencanaan dalam menyelesaikan tugas harian.