Semarang Terapkan Tilang Elektronik

oleh -
Uji coba sistem tileng elektronik di pantau.
Uji coba sistem tileng elektronik di pantau.

Djonews.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah akan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Semarang Hari ini (15/01).

Sistem tilang yang berbasis elektronik tersebut akan bekerja secara otomatis mendeteksi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengguna jalan dan identitas pada kendaraan.

Sementara untuk dapat memudahkan pengawasan oleh petugas, maka dua kamera yang langsung terhubung ke ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.

Saat ini polisi tengah melakukan uji coba.  Mengenai tilang elektronik ini, sejumlah pengendara di Kota Semarang masih mengaku belum begitu mengerti dari mekanisme penerapan tilang elektronik tersebut. Akan tetapi, Wibisono (41) warga asal Pedurungan, Semarang mengaku sangatlah mendukung dari penerapan tilang berbasis elektronik di Kota Semarang.

Menurut dia, aturan tilang elektronik tersebut sangatlah penting untuk diterapkan supaya pengguna jalan lebih mentaati peraturan dan meningkatkan ketertiban saat berlalu lintas. Terlebih yaitu adanya pelarangan mengoperasikan ponsel ketika mengemudi, tidak akan lagi merugikan pengendara lainnya.

“biasanya yang melanggar peraturan tersebut akan langsung terekam (kamera) CCTV. Jadi bisa lebih cepat dan efektif untuk segera mendapatkan sanksi. Karena perilaku tersebut akan sangat mengganggu pengendara yang lain, seandainya ada yang menggunakan handphone saat sedang berkendara,” ujar Wibisono,

Menyalinkode AMP

berbeda halnya dengan Budi (38), warga yang berasal dari Sampangan, Semarang. Budi tidak setuju dengan penerapan sistem tilang elektronik tersebut, jika itu semua diberlakukan di Kota Semarang. Menurut Budi, prosedur yang dilakukan pada penerapan sistem tilang elektronik masih membuat bingung para pengendara.

“prosedur tilang elektronik masih membingungkan pihak pengguna jalan. Belum lagi seandainya identitas pemilik kendaraan bukan dimiliki oleh pelanggar, bagaimana seandainya kalau pelat kendaraannya dari luar kota semarang. Sistemnya gimana nanti akan ribet,” kata Budi.

Pengendara lainnya, Ida Rahma (28) warga yang berasal dari Tegal Sari, Semarang, dia menyebut bahwa penerapan tilang elektronik sebelumnya sudah pernah ada dan diterapkan oleh Pemkot Semarang.

“Sebelumnya kalau tidak salah dulu sudah pernah ada, tapi idak ada kelanjutannya lagi dari sistem ini. Karena sepertinya ada beberapa kendala seperti masalah kepemilikan dari kendaraan dengan yang berpelat luar kota,” ujar Ida.

Sebagai informasi, kamera pengawas yang berfungsi untuk penerapan sistem aturan ini akan dipasang di delapan titik di Kota Semarang secara bertahap. Meliputi Simpang tiga depan Akpol, Jalan Pahlawan (depan Perhutani), Simpang empat jalan Ahmad Yani (depan Kesbangpolimmas), dan Simpang tiga Hanoman jalan Siliwangi di Jalan Pemuda (depan Balai Kota), Simpang empat yang berada pada jalan Gajah Mada, SP 4  yang berada pada jalan MT Haryono (depan Javamall), dan yang berada di Jalan Pandanaran.

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *