fbpx

Sekda Demak Mundur Dari Jabatan

  • Bagikan
Singgih Setyono Sekretaris Derah (Sekda) Demak memberikan surat pengunduran diri .(dok:ist)

Djonews.com, DEMAKSekretaris Derah (Sekda) Demak Singgih Setyono mengajukan pengunduran diri dai posisinya kepada Bupati Demak Eisti’anah pada Selasa (15/3/2022) kemarin.

Penyampaian surat pengunduran diri Singgih Setyono tersebut berlangsung di Kantor Bupati Demak disaksikan Inspektorat Kurniawan Arifendi dan para Asisten Setda.

Pengunduran diri berupa pensiun dini Singgih Setyono mulai berlaku efektif per 1 April 2022

Namun demikian hingga kemarin belum ada informasi resmi dari bupati maupun Sekda Demak soal pengunduran diri tersebut.

Ketika di konfrimasi,Ketua DPRD Demak HS Fahrudin Bisri Slamet membenarkan informasi tersebut.

Sebelum Singgih Setyono mengambil keputusan mundur, telah menyampaikan niatnya itu ke pimpinan DPRD sebagai mitra kerja.

Slamet mengaku sempat meminta agar mempertimbangkan kembali keinginannya itu, lantaran Pemkab Demak masih memerlukan kiprahnya untuk membawa kemajuan daerah.

Keberhasilan Pemkab Demak meraih WTP 5 kali berturut-turut tidak bisa terlepas dari peran serta Sekda.

Belum termasuk prestasi-prestasi lain yang telah dicapai Pemkab Demak.

“Akan tetapi keputusan mundur merupakan hak Singgih Setyono, kami menghormati keputusan itu, karena mungkin dipandang sebagai hal yang terbaik,” ujar Fahrudin Bisri Slamet.

Menurutnya regenerasi dalam tubuh organisasi pemerintahan merupakan hal biasa. Pihaknya berharap siapa pun yang dipercaya menjadi penggantinya dapat meneruskan jejak keberhasilan dan prestasi Sekda Singgih Setyono.

“Dan kita harapkan Singgih Setyono tetap memberi sumbang saran untuk kemajuan Demak,” tuturnya.

Slamet menjelaskan, penggantian jabatan Sekda merupakan kewenangan bupati.

Dalam mentukan figur pengganti mempertimbangkan kapasitas, kompetensi dan jejak kariernya di ASN.

Meski secara aturan tidak ada kewajiban untuk membicarakan hal tersebut dengan DPRD, namun pimpinan DPRD siap memberi pertimbangan, masukan dan saran jika dipandang diperlukan.

“Kalau niatnya membangun komunikasi demi dan untuk Kabupaten Demak, tentu tidak ada salahnya. Toh keputusan akhir ada pada bupati,” kata Slamet.(Haris Akbar Tanjung)

Baca Juga:  Tak di Bayarkan, Pemborong Copot Genting
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.