Asal Usul Sejarah Sunda Empire

oleh -
Pendiri Sunda Empire
Pendiri Sunda Empire

Djonews.com – Kerajaan Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat, adalah satu bentuk kekaisaran matahari yang ada sejak Alexander The Great (Alexander Agung). Berdiri sejak 324 tahun sebelum masehi. Sejarah ini disampaikan Sekretaris Jenderal De Heren XVII Sunda Empire, Rangga Sasana, dengan menggebu-gebu di Indonesia Lawyers Club (ILC), TV One, dalam judul Siapa di Balik Raja-raja Baru? pada Selasa malam, 21 Januari 2020. 

“Sunda Empire adalah satu bentuk kekaisaran matahari yang ada sejak Alexander The Great (Alexander Agung). Ada sejak 324 tahun sebelum masehi,” kata Rangga Sasana dalam acara tersebut.

Ia mengatakan Sunda Empire jangan disamakan dengan kerajaan-kerajaan yang muncul saat ini di antaranya Keraton Agung Sejagat dengan raja Toto Santoso. “Jadi perlu diketahui, Sunda Empire itu jangan disamakan dengan apa yang dilakukan oleh saudara Toto Santoso.”

Saat pembawa acara, Karni Ilyas, mengatakan Toto Santoso pernah di Sunda Empire, Rangga menjawab, “Siapa pun boleh di Sunda Empire, tapi karena dalam posisi gini, Sunda Empire itu tidak merekrut manusia karena anggotanya seluruh negara-negara, pemerintahan seluruh dunia. Bukan manusia. Adapun pejabatnya tetap yang bekerja ada di sana, mereka pada posisi sekarang sedang persiapan-persiapan kita sekarang ini.”

Baca Juga :   Klub Merby Siapkan Pertunjukkan Anak

Sunda Empire memiliki pemerintahan bernama De Heren XVII, kata Rangga, bagian dari pemerintahan Vatikan, lahir setelah perang dunia kedua berakhir. Kelahirannya ditandai dengan jatuhnya bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, Agustus 1945. 

“De Heren XVII adalah panitia 17 sejak perang dunia kedua, sejak bom Hirosima-Nagasaki dihancurkan, maka seluruh pemerintahan bumi dinolkan,” kata Rangga. “Maka sejak saat itu Kekaisaran Sunda atas pemilik dari sertifikat bumi, alen-dilen, yaitu atas Dinasti Padjajaran Siliwangi meneruskan atas tatanan bumi diberikan kepada Vatikan,” kata Rangga.

Menyalinkode AMP

“Faktor keadaan Sunda Empire itu jangan disamakan dengan keraton-keraton yang muncul tadi. Ini sebuah sistem tatanan dunia yang ada di internasional,” katanya lagi.

Berakhirnya perang dunia kedua, kata Rangga, memicu pertemuan banyak negara yang kemudian membentuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bandung, Jawa Barat. Rangga juga mengatakan Gedung Pertahanan Amerika Serikat, yakni Pentagon direncanakan juga di Bandung. 

Rangga juga mengatakan pemerintahan yang kini masih dipegang Vatikan akan dikembalikan kepada Sunda Empire. Pengembalian kekuasaan akan dilakukan bersamaan dengan habisnya masa jabatan Paus Paulus pada 15 Agustus 2020.

“Siapa itu De Heren XVII? Itu adalah Vatikan, Paus paulus yang sampai hari ini masih menjabat. Pada tanggal 15 Agustus 2020 berakhir tugasnya, maka kami menyiapkan sebagai Dinasti Padjajaran untuk menarik kembali apa yang menjadi tugas daripada tatanan bumi saat itu,” ujar Rangga.

Baca Juga :   Anggap Covid-19 Tidak Real, Wanita Semarang Viral

Beda Kelas Dengan Kerajaan Agung Sejagat

Rangga menekankan pentingnya mengetahui sejarah yang benar sesuai versinya, “PBB lahir di Bandung, Pentagon lahir di Bandung, perlu tahu sejarah Indonesia nanti.”

Ia menjelaskan alasan PBB dipindahkan ke Amerika Serikat, dan tentang negara-negara yang ditunjuk sebagai dewan keamanan dunia. “Kenapa PBB itu dipindahkan ke Amerika dan Amerika mendapatkan tugas sebagai security council (keamanan bangsa), bagaimana Inggris mendapatkan defend council (pertahanan bangsa), bagaimana belanda itu mendapatkan itu sebagai Mahkamah Internasional?” 

Kata Rangga, “Itu semua tatanan. Ini Indonesia perlu kita bangun dari sejarah yang besar, dari leluhur yang besar, karena apa? Padjajaran jangan diartikan Prabu Siliwangi adalah merupakan bagian dari Jawa Barat. Bukan! Itu adalah bagian dari Sunda diakui oleh tatanan bumi adalah keseluruhan bumi. Ada aturan main.”

Kekuasaan Sunda Empire akan kembali ke Indonesia pada 15 Agustus 2020. “Dan pada tanggal 15 Agustus 2020, sertifikasi dalam Undang-undang Internasional telah berakhir. Maka Ratu Inggris akan berakhir saat itu juga, maka semuanya, maka Belanda pun akan berakhir, jadi inilah munculnya Sunda Empire sebagai tatanan kita pewaris bangsa yang saat ini bangsa Indonesia harus lebih besar dari kondisi bangsa yang lalu.”

Baca Juga :   Tahun Baru Bukan Sesuatu Yang Spesial

Dampak dari pengembalian kekuasaan tersebut, kata Rangga, Sunda Empire akan kembali memiliki aset yang telah dimiliki para leluhur bangsa. Aset meliputi bumi. “Ini seluruh aset-aset bumi, seluruh aset-aset yang dimiliki oleh leluhur kita, kita teruskan. Jangan membahas urusan-urusan kecil. Bagaimana Indonesia jadi besar? Ini persoalannya.”

Sunda empire berada di atas Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), kata Rangga, Sunda empire terbagi atas enam wilayah di antaranya Jepang, Belanda, Inggris, Amerika. “Ada enam wilayah yang dibagikan, semua tunduk kepada Sunda Empire. Maka kita memasuki zaman dunia ketiga besok, dan saya sudah nyatakan berlakunya sistem Dewen Revolusi, tidak boleh ada senjata, tidak boleh ada nuklir diledakkan.” 

Dalam acara ILC itu, hadir juga bintang tamu lain yaitu budayawan Sujiwo Tejo dan Ridwan Saidi, juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, pengamat militer Profesor Salim Said, politikus Permadi, dan sejarawan Anhar Gonggong.

Kebanyakan dari mereka hanya bisa terdiam melongo mendengar segala ucapan Rangga Sasana. Kadang di antara mereka terlihat kaget dengan mata membesar, pandangan tidak percaya, tidak masuk akal. Mereka umumnya baru bicara setelah dipersilakan sang moderator.s5s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *