Semarang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tidak melakukan target kunjungan wisatawan pada tahun ini. Saat ini Disbudpar sedang fokus untuk melakukan penerapan wisata sehat dibeberapa lokasi wisata di Kota Semarang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menerangkan untuk memberikan pantauan khusus soal penerapan protokol kesehatan selama libur panjang di tempat wisat ayang bertujuan untuk tidak menjadikan tempat wisata klaster baru penyebaran Covid-19.

“Disbudpar tidak memiliki target kunjungan, kita lebih menjaga wisata sehat, aman dan nyaman sehingga kita perketat prokes berjalan,” ujarnya, Kamis (24/12/2020).

Mengacu kepada data wisata pada tahun 2019 bisa mencapai 7,2 juta wisata/pengunjung salah satunya pada saa memasuki lbur Nataru. Jika dibandingkan pada tahun 2020 jumlah pengunjung hanya diangka 3 juta. Pihaknya mengaku telah meminta kepada pengelola pariwisata agar bisa melengkap dengan kamera pengawas dan pengeras suara.

“CCTV dan pengeras suara ini dipergunakan untuk memantau kepadatan pengunjung yang berkerumun supaya tetap menajaga prokes di lokasi wisata,” tambah Iin sapaan akrabnya.

Ditambahkan pula, wisatawan juga sebisa mungkin untuk dapat melakukan pembayaran non tunai di lokasi wisata termasuk hotel, restoran agar terhindar dari penyebaran Covid-19.rio

Bagikan:

Tinggalkan komentar