fbpx

Robohkan 30 Lapak PKL

  • Bagikan
Petugas Satpol PP melakukan pembongkaran dengan menggunakan alat berat.(dok: ist)

Djonews.com, SEMARANG  – Awal pasca libur lebaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang langsung melakukan giatan perobohan 30 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan dr Kariadi (PKL Kariadi), pada Senin (9/5/2022).

Dalam proses perobohan sempat terjadi penolakan yang dilakukan atas upaya penertiban ini. Namun petugas mampu mengendalikan situasi dan penertiban kembali dilanjutkan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, lapak PKL harus dirobohkan karena ada rencana program sentra kuliner yang digagas oleh Pemkot Semarang dan PT KAI Daop 4 Semarang.

“Sudah direncanakan akan ada kawasan kuliner. Kebetulan ini tanahnya KAI. Kebetulan PKL ada yang berdiri di tanah KAI, Pemkot Semarang, dan ada yang di atas saluran air. Pemkot pun ada proyek pelebaran jalan atau pedesterian di pinggir jalan ini,” kata Fajar Purwoto.

Ia menegaskan, sebelum adanya penertiban, pihaknya telah berdiskusi dengan para pedagang. Pemberitahuan pun sudah disampaikan sebanyak tiga kali.

“Kita sebelumnya sudah ada komunikasi dengan pedagang. Sehingga Alhamdulillah kegiatan hari ini tidak ada persoalan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia berharap dengan penertiban lapak pedagang ini arus lalu lintas sekitar jadi lancar.

“Selama ini kan ruas jalan di sini sempit dan selalu macet. Semoga setelah ini jadi lancar,” Tandas dia.

Senior Manager Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Arif mengatakan, sesuai peraturan daerah Kota Semarang memang dilarang adanya pedagang yang menempati lahan di atas saluran air. Maka pihaknya bersama Satpol PP menertibkan para pedagang yang ada di wilayah kawasan milik PT KAI.

“Sebagai gantinya, ada tempat relokasi yang jadi sentra kuliner, yakni sebuah rumah dinas KAI di Jalan Kedungjati nomor 22. Nanti di sana para pedagang ada perjanjian kerja sama sewa menyewa,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadirkan Talang Tantri, Cegah Perilaku Korupsi

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang PKL Jalan dr Kariadi, Budiyanto mengaku tak mempermasalahkan penertiban ini sebab sudah ada diskusi.

“Daripada kita melawan dan hanya diberi pesangon serta enggak dapat tempat, kita sepakat relokasi saja. Karena kita sadar dari pertama kali berdiri, punya anak dan cucu ya dari tempat ini. Maka kita setuju direlokasi dan biaya sewanya murah,” tandasnya.(Haris Akbar Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.