Rela Berdesakan Demi Keindahan

oleh -
BERDESAKAN : Sejumlah wisatawan saat mengunjungi batu ratapan angin di kawasan Dieng.
BERDESAKAN : Sejumlah wisatawan saat mengunjungi batu ratapan angin di kawasan Dieng.

DJONEWS – Dieng memang masih menjadi salah satu tempat wisata yang digemari. Selain karena wilayahnya berada di daerah pegunungan juga banyaknya objek wisata yang bisa dipilih oleh para wisatawan

“Kenaikan wisatawan di musim libur Natal dan tahun baru ini mengalami lonjakan cukup bagus. Dari penjualan tiket dalam satu hari saja bisa mencapai 6 ribu ludes terjual,” terang salah satu penjaga loket di Batu Ratapan Angin, Dieng, Mahmud, Rabu  (1/1) pagi.

Padahal jika hari biasa, Mahmud hanya mengeluarkan tiket sekitar 2 ribu. Itu saja jika masuk di akhir pekan. Di hari lain bisa lebih kecil.

“Jadi dari batu ratapan angin ini kita bisa melihat telaga warna dan hamparan Dieng dengan jelas,” terangnya.

Baca Juga :   Weekend Di Dusun Semilir

wisatawan asal Purwodadi, Ibnu Prasetyo mengakui cukup terkesan saat berwisata ke Dieng. “Airnya masih begitu dingin. Padahal sudah siang,” katanya.

Namun ia masih mengeluhkan kurangnya tempat sampah yang berada di sekitar tempat wisata. Sehingga masih tampak sampah terlihat di sembarang tempat. Selain itu, jalanan yang masih sempit. Membuat jalan mudah terjadi kepadatan. “Kendaraan yang diparkir di badan jalan cukup mengganggu pengendara lain. Harusnya bisa ditertibkan,” jelasnya.

Sementara pengunjung Pikatan Water Park di Kabupaten Temanggung juga melonjak saat libur tahun baru.  “Kalau liburan Natal dan Tahun baru ini ada kenaikan kunjungan wisatawan, ada kenaikan sekitar 5 persen dari tahun lalu,” ujar Manajer Pemasaran Pikatan Water Park Trisman Dodi.

Baca Juga :   Lockdown Mandiri, Kampung Mugas Semarang

Meski demikian, selama 2019 jumlah pengunjung total di Pikatan mengalami penurunan dibandingkan 2018. Penurunan bahkan mencapai 18 persen. Banyaknya kolam renang atau water park baru yang dibangun di Temanggung dalam beberapa tahun terakhir jadi penyebabnya. “Yang paling terasa itu kalau pas tanggal merah, kalau biasanya kunjungan wisatawan bisa mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. Tapi setelah ada tempat wisata baru, paling banyak hanya 1.700 orang saja,” ungkapnya. (ah1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *