Protes Penggusuran, Warga Cebolok Datangi Wali Kota

oleh

Semarang – Persoalan perebutan lahan kembali lagi terjadi di Semarang, kali ini Warga Cebolok Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang merasa resah. Sebab, sudah 2 minggu yang lalu tiba-tiba kawasan mereka kedatangan 4 alat berat yang akan digunakan untuk menggusur rumah mereka.

Akibatnya, warga yang merasa dirugikan datang ke balaikota guna mengadukan permasalahan tersebut kepada Wali Kota Semarang serta didampingan oleh kuasa hukum Sugiono, SE, SH, MH Advokat dari kantor hukum Sugiono & Partners.

“Setidaknya ada 209 keluarga yang kena gusuran secara paksa ditanah seluas 17 hektar,” ujarnya Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan mayoritas warga menempati dan mengelola tanah sudah lebih dari 30 tahun dan dihuni sejak tahun 1990. Namun pada bulan November, warga dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang berinisial S yang mengaku akan melakukan penggusuran.

 “Orang yang menggunakan atas nama itu kemudian memberikan ganti rugi senilai 2,5 juta hingga 10 juta rupiah kepada warga ,” ujarnya.

Salh satu warga, Badrun (45) Warga Cebolok I RT 1 RW 5 mengatakan warga yang tinggal di Cebolok itu sebagian besar adalah ahli waris dari orang tua dan kakek-neneknya yang dahulunya membeli tanah garapan.

Baca Juga:  Cek Kesiapan Sejumlah Tempat, Tindak Tegas Pelanggar Prokes

“Kami juga masih memiliki saksi hidup. Kami sendiri tidak menerima digusur seperti itu karena yang menggusur sendiri tidak mempunyai sertifikat,” tegas Badrun.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan apapun dari kedua belah pihak sehingga penggusuran tidak dapat dilakukan.kus