Property Semarang Turun Peminat, Sediakan KPR Khusus

oleh
Property
Property

Djonews.com – Semarang, Penjualan rumah mengalami penurunan drastis ini sebagai berdampak dari pandemi Covid 19. Penurunan yang mencapai 50 persen ini tidak hanya terjadi pada rumah komersial saja, tetapi rumah bersubsidi juga.

Menurut Humas DPD REI Semarang Juremi, sekaligus pengembang rumah bersubsidi, Jumat (29/5) pada masa pandemi Covid 19, industri properti sangat berat. Lebih-lebih perbankan juga sangat selektrif dalam mengucurkan KPR, dan lebih mengutamakan KPR kepada PNS, BUMN, TNI, POLRI dan pegawai swasta yang memiliki penghasilan jelas (tetap).

“Kondisi saat ini sungguh sangat sulit, membuat penjualan turun drastis. Saat ini masyarakat belum memikirkan untuk membeli rumah, karena untuk beli bahan pangan masih utama, ” jelas Juremi.

Tidak hanya industri properti, tetapi juga dunia usaha lainnya sehingga berdampak pada karyawan. Untuk itulah bank tidak berani mengucurkan KPR.

Guna meningkatkan penjualan dan menggairahkan pasar properti beberapa pengembang harus melakukan penurunan harga rumah. Ini dilakukan agar rumah laku dan ada pemasukan.

“Yang penting rumah bisa laku terjual, dan uang masuk sehingga dana yang masuk bisa digunakan untuk biaya-biaya lainnya. Developer membangun rumah juga menggunakan dana pinjaman dari bank, sehingga harus membayar bunga, biaya operasional karyawan dan lainnya ,” jelas Juremi.

Baca Juga:  Halte Bergeser, di Duga Pengendara Melaju Kencang Tak Terkendali

Ditambahkan saat menggelar pameran Property Expo awal Maret lalu, baru dibuka satu minggu, pameran langsung tutup.Ini dikarenakan tidak ada masyarakat yang berkunjung ke Mall, akibat pemberlakuan physical distancing.wfh