Pola Asuh yang Sesuai untuk Anak Masa Kini

oleh -
pola asuh anak masa kini

Djonews.com – Pola asuh anak terdahulu dan masa kini berbeda lho! Mau tahu perbedaannya? Yuk simak !

Berbicara mengenai pola asuh, besar kemungkinan setiap orang tua memiliki cara tersendiri untuk mendidik anaknya.

Namun, yang perlu kamu ingat adalah pola asuh yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu bisa jadi mungkin tidak cocok untuk diterapkan pada anak masa kini.

Paparan media sosial dapat mempengaruhi tumbuh kembang dari anak saat ini, oleh karena itu bentuk penyesuaian perkembangan zaman yang turut mengubah sikap anak.

Berikut Djonews.com telah merangkum mengenai pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak saat ini.

Permissive parenting

Pola asuh permissive lebih cenderung tanggap dan peka terhadap perkembangan anak. Namun pola asuh ini tidak terlalu tegas dalam memberikan aturan dan mendidik sikap disiplin kepada mereka.

Dengan begitu, bukan berarti kedua hal tersebut harus kamu contoh sebagai pola asuh.

Kamu bisa mengambil sisi positif dari permissive parenting dan membuang hal negatif dari pola asuh yang satu ini.

Attachment parenting

Pola asuh ini lebih menekankan untuk membangun hubungan emosional yang baik antara anak dengan orang tuanya. Dengan pola asuh yang satu ini, kamu juga tidak perlu menghukum anak sebagai tanda ketidaksetujuan.

Kamu bisa mengganti hukuman dari pola asuh permissive parenting dengan berdiskusi bersama anak untuk menjelaskan hal-hal mana saja yang perlu diluruskan.

Hmm, sepertinya menarik ya?

Positive parenting

Unsplash/sweet ice cream photography

Semisal halnya dengan attachment parenting, positive parenting juga lebih mengedepankan diskusi kepada anak untuk mendapatkan win-win solution bagi kedua belah pihak.

Namun perbedaanya adalah, positive parenting lebih memberikan saran-saran positif kepada anak dan membiarkan mereka untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinya.

Pola asuh seperti ini sepertinya cocok bagi anak masa kini!

Narcistic parenting

Nah, salah satu pola asuh yang sering juga diterapkan oleh kebanyakan orang tua adalah nartistic parenting.

Mendukung hal positif untuk anak merupakan hal yang sangat baik, namun jangan lakukan hal tersebut terlalu berlebihan.

Terlalu mendukung minat anak dapat membuat anak merasa paling super dan cenderung akan membentuk karakter yang sombong pada diri mereka.

Untuk menyeimbangkannya, kamu perlu mengingatkan mereka untuk terus menjadi pribadi yang ramah dan rendah hati.

Nurturant parenting

Pada pola asuh yang satu ini, orang tua cenderung untuk membiarkan anaknya untuk dapat bereksplorasi namun tetap dalam pengawasan orang tua.

Hal tersebut merupakan hal yang bagus, mengingat begitu besarnya keingintahuan anak-anak di masa kini.

Dengan membiarkan anak bereksplorasi, kamu juga bisa mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab akan hal yang sudah mereka lakukan, bukan?

Hypnos parenting

Unsplash/benjamin manley

Hypnos parenting pada dasarnya bertujuan untuk memberikan sugesti-sugesti positif kepada anak. Dengan sugesti tersebut, diharapkan anak dapat terbimbing tanpa merasa dibimbing dengan paksa.

Penerapan pola asuh yang satu ini juga dapat membuat anak lebih terbuka akan segala hal kepada orang tua.

Hmm… Jadi sekarang tidak perlu sibuk mencari informasi lagi kan?

Dolphin parenting

Pola asuh yang terakhir adalah dolphin parenting. No! bukan berarti pola asuh ini sama seperti pola asuh lumba-lumba!

Pola asuh ini lebih mengarahkan anak kepada kebebasan yang bertanggung jawab, menggali potensi kreatif yang ada pada diri mereka, dan membiarkan mereka untuk bersosialisasi secara terbuka sehingga mereka akan cenderung mudah untuk berdaptasi.

Secara garis besar, pola asuh yang cocok bagi anak masa kini merupakan pola asuh yang tidak mengekang dan demokratis namun tetap bertanggung jawab.

Itulah 7 macam pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak saat ini. Kalau menurut kamu, pola asuh seperti apa sih yang paling cocok untuk anak? Yuk, berbagi di kolom komentar!

Semoga bermanfaat!

Tentang Penulis: Ramdhan

Gambar Gravatar
Sejak kecil gue belum gede. Terobsesi akan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *