,

Penjualan Hewan Kurban Turun

oleh -
Pemeriksaan hewan kurban oleh Dinas Pertanian kota Semarang dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah di Jolotundo Semarang
Pemeriksaan hewan kurban oleh Dinas Pertanian kota Semarang dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah di Jolotundo Semarang

Djonews.com – Semarang, Dinas Pertanian kota Semarang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah melakukan razia hewan kurban dibeberapa tempat salahsatunya di jalan Jolotundo, kelurahan Sambirejo, kecamatan Gayamsari (24/7).

BACA JUGA

Dari hasil razia tersebut petugas tidak menemukan hewan kurban yang cacat atau belum cukup umur.

Kepala Dinas Pertanian kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan pemeriksaan hewan kurban ini sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Bahkan dalam pemeriksaan tersebut pedagangnya juga memperhatikan protokol kesehatan.

“Karena ini penting mulai sejak penjualannya sudah menerapkan protokol kesehatan. Ditempat penjualan tersebut jugta sudah ada tempat cuci tangan atau hand sanitizer,” katanya.

Hernowo berpendapat bahwa saat ini masih bagus hewan yang dibawa serta dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dalam pemeriksaan hewan ini juga dibantu oleh Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dengan beranggotakan 150 orang.

“Mereka itu akan berkeliling memeriksa hewan kurban yang berada di sekitar tempat tinggalnya.” Tambahnya.

Selain itu, Harnowo mengatakan bahwa saat ini konsumen sekarang sudah pintar dan cerdas dalam memilih hewan kurban salahsatunya dengan menanyakan SKKH. Pasalnya dengan surat tersebut kesehatan hewan dijamin sehat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas atau dokter hewan maka hewan tersebut akan dikalungkan atau diberi gelang yang konteknya memastikan bahwa hewan-hewan dari kota Semarang itu sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan bahwa hewan tersebut sehat,” jelasnya.

Pemeriksaan Hewan Kurba

Faisal , Salah seorang pedagang hewan, mengatakan dengan adanya pemeriksaan ini maka sangat bagus bagi pembeli karena pembeli menjadi tahu hewan ini layak untuk dijadikan kurba..

“Sekarang yang terjual kambing 10 ekor sedangkan sapi belum laku. Dibanding tahun lalu H-5 bisa terjual 148 kambing sedangkan sapi 17 ekor,” katanya.

Sedangkan harga kambing atau sapi tidak mengalami kenaikan. Untuk kambing dijual mulai dari harga Rp 2.75 juta sampai Rp 4.5 juta. Sedangkan sapi dijual mulai dari harga Rp 17 juta sampai dengtan 21.5 juta.

“Kami setiap tahun selalu berjualan ditempat ini dan dengan harga yang bervariatif. Pada Idul Adha tahun ini membawa 80 ekor kambing dan sapi 11 ekor,” ujarnya.lius

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *