Pengerjaan Molor, Ancam Denda Kepada Kontraktor

42 sec read

Proyek jembatan kretek wesi sampangan dipastikan molor dari target.

Semarang – Pengerjaan pembangunan jembatan kretek wesi sampangan Kota Semarang diprediksi bakal molor, padahal progres jembatan baru selesai 40%.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Sih Rianung mengungkapkan masa kontrak kerja proyek Kretek Wesi berakhir bulan November ini. Namun ia mengakui ada keterlambatan di pelaksanaan proyek tersebut mengingat progresnya tidak berjalan sesuai skedul yang ada.

Baca Juga;

“Untuk jembatan Sampangan memang agak terlambat dari jadwal yang direncanakan,” katanya, Selasa (24/11/2020) kemarin.

Kalau nanti mundur tinggal dikenakan denda keterlambatan.

Meski begitu, Rianung tetap menargetkan proyek jembatan penghubung Kecamatan Gajahmungkur dan Kecamatan Gunungpati itu tetap bisa selesai di tahun ini.

“Kalau nanti mundur tinggal dikenakan denda keterlambatan. Harapannya selesai di tahun ini dan masyarakat bisa melihat hasilnya,” ujarnya.

Menurut dia, progres pembangunan molor lantaran faktor cuaca. Selain itu, pengadaan material juga menjadi kendala tersendiri bagi pelaksana proyek.

“Kalau kendala teknis tidak ada, biasa kendala di lapangan kaitannya dengan order material, management internal, tapi kalau teknis tidak ada, lahannya cukup bebas,” tuturnya.

Baca Juga:  Jagung Manis, Masih Banyak Peminat

Rianung menambahkan jika balok penampang badan jembatan terpasang nantinya pekerjaan yang selanjutnya akan lebih cepat.

“Kalau bicara jembatan itu yang utama pemasangan balok yang membentang. kalau itu sudah terpasang tinggal bangunan atasnya cepet, nah kemarin balok baru saja datang dan akan segera dipasang,” imbuh dia.mrs

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *