fbpx

Pemudik di Minta Antisipasi Perlintasan KA

  • Bagikan
Perlintasan kereta api yang berada di Layur Kota Semarang.(dok: Haris Akbar Tanjung)

Djonews.com,SEMARANG – Perlintasan kereta api menjadi salah satu faktor yang patut di waspadai apalagi selama arus mudik yang bisa mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. Tidak bisa dipungkiri jika arus mudik tiba volume kendaraan pemudik terbilang cukup padat.

Kota Semarang menjadi titik simpul lalu  lintas arus mudik selepas tol Kalikangkung. Karena di sinilah arus kendaraan akan terbagi ke beberapa daerah.Beberapa jalur diantaranya harus melewati perlintasan sebidang kereta api.

Dari data yang di berikan oleh KAI Daop 4 Semarang menyebutkan, Kota Semarang dan sekitarnya seperti Demak ada beberapa perlintasan kereta api. Cukup padat karena berada di jalan utama ada dua perlintasan kereta api.

Yang pertama perlintasan kereta api Jalan Kaligawe, dan yang kedua selepas jalan Majapahit Semarang yang berada dekat perbatasan dengan Mranggen Demak.

Jalan Kaligawe arus lalu lintasnya sangat padat. Karena inilah jalan utama pantura yang menghubungkan Kota Semarang dengan Demak, Kudus, dan daerah lain di timur Jawa Tengah.

Kendaraan yang lepas dari tol Kalikangkung maupun yang lewat jalur pantura Kendal, dan lebih dulu mampir ke pusat kota Semarang, akan melewati Jalan Kaligawe saat mau melanjutkan perjalanan ke arah timur. Begitu juga sebaliknya, pengendara dari Demak, Kudus, dan lain-lain akan melewati perlintasan rel Kaligawe kalau mau masuk Kota Semarang.

Sementara arus kereta api di jalur ini juga cukup padat baik kereta api penumpang maupun barang. Juga loko kereta yang langsir juga melewati perlintasan ini. Perlintasan kereta api kedua yaitu di perbatasan Semarang-Mraggen tak kalah sibuknya.

Seluruh kereta api yang menuju ke Grobogan, Bojonegoro, Solo, Surabaya, Madiun, Malang, hingga Blitar melintas di jalur ini. Titik perlintasan berada persis sebelah timur Stasiun Brumbung.

Baca Juga:  Terapkan Protokol Kesehatan, WO Siap Bangkit

Yang membuat jalur ini tambah macet adalah banyaknya pedagang yang berjualan di dekat perlintasan rel. Sementara jembatan atau flyover yang diharapkan menjadi solusi ternyata pembangunannya belum selesai.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menugaskan Kadishub Jateng untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang di jalur yang menghubungkan Kota Semarang dengan eperti Demak, Purwodadi, Blora, hingga Cepu tersebut.

“Jelang Lebaran kita mesti buat rekayasa lalu lintas, maka tadi juga dibuatkan jalur alternatif di sini. Saya sudah meminta Dishub Jateng untuk segera mengujicoba jalur alternatif yana ada kemudian kita bisa kerjasama dengan pemerintah kabupaten demak termasuk kepolisian,” kata Ganjar saat mengecek perlintasan Semarang- Mranggen beberapa waktu lalu.(Haris Akbar Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.