Djonews.com, SEMARANG  –  Usai rapat bersama DPRD Kota Semarang, Badan Pentanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juana, Rabu (04/01/2023) kemarin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan melanjutkan normalisasi sungai Plumbon yang merupakan kelanjutan dari sungai Bringin. Program normalisasi Sungai Plumbon akan segera dilakukan oleh Pemkot Semarang karena banjir jadi masalah paling serius untuk saat ini.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menyampaikan untuk Sungai Bringin sebetulnya masih ada PR juga yang tersisa.

“Kami ada dua PR yakni pembuatan jembatan Kali Bringin dan juga jembatan rel kereta api. Tetapi kalau rel kereta api adalah PR dari kementerian perhubungan. Yang menjadi tugas kami adalah melakukan peninggian jembatan, ini adalah tugas dari jalan nasional. Sementara untuk pembebasannya adalah tugasnya pemerintah Kota Semarang,” ujar Mbak Ita

Proses pembebasan lahan seluas 1397 meter persegi  Pemkot Semarang akan berkoordinasi dengan BPJN agar melakukan redesign sehingga untuk pembebasannya bisa cepat terselesaikan.

Mbak Ita sapaan akrabnya, menambahkan jika sungai Plumbon, akan jadi tugas panjang juga karena dibutuhkan pembebasan lahan dan normalisasi sungai.

“Karena ada lahan 4,8 km yang ada di Plumbon dan harus membebaskan sekitar 11 hektare. Ini menjadi tugas. Makanya ini kami bersama ketua DPRD Kota Semarang karena membutuhkan anggaran yang besar untuk pembebasan,” tambahnya.

Menurutnya, permasalahan pembebasan lahan tersebut adalah tugas utama Pemkot Semarang. Supaya Normalisasi segera berjalan untuk bersama-sama bekerjasama mengatasi permasalahan banjir.(Muhammad Aries Nugroho)

Bagikan:

Tinggalkan komentar