Pemindahan Pedagang ke Pasar Johar di Tunda

oleh
image 2021 07 27 213458 - Pemindahan Pedagang ke Pasar Johar di Tunda

Djonews.com, SEMARANG  –  Pemerintah Kota Semarang menunda rencana pemindahan pedagang Pasar Johar yang saat ini masih menempati tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Padahal, sebelumnya, Pemkot telah merencanakan pemindahan pedagang ke Pasar Johar secara bertahap mulai Juli ini. Rencananya, pedagang akan masuk ke Johar Utara dan Tengah yang saat ini sudah selesai dibangun.

Kemudian, tahap selanjutnya pedagang akan masuk ke Johar Selatan dan Kanjengan yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, banyak hal yang membuat kegiatan harus dijadwal ulang karena kondisi pandemi Covid-19 di Kota Semarang, termasuk rencana pemindahan pedagang Pasar Johar yang semula dijadwalkan Juli ini.

“Kemarin mimpinya bisa masuk Juli, tapi ternyata kepala dinas, kabid, dan puluhan staf Dinas Perdagangan kena Covid-19,” sebut Hendi, sapaannya.

Hendi menambahkan pada masa PPKM masih tinggginya kasus Covid-19 di Kota Semarang membuat kegiatan berkumpul tidak diperbolehkan. Sehingga, Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk menunda rencana tersebut.

“Kami mengalir, kalau Juli tidak bisa, mundur setelah situasinya lebih ringan untuk koordinasi, angka Covid-19 melandai,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PPJP Rayon Johar, Surahman memaklumi atas ditundanya rencana pemindahan. Pedagang mengikuti keputusan Pemerintah Kota Semarang baik waktu maupun teknis pemindahan.

Pasalnya, berjualan di relokasi atau di Pasar Johar pun sama-sama sepi di tengah kondisi pandemi, apalagi masa PPKM seperti saat ini.

“Waktu tidak masalah, tidak apa-apa. Kami mengikuti saja mau bertahap atau bareng,” ucapnya, Selasa (27/7/2021).

Dia meminta, rencana pemindahan ini nantinya bisa benar-benar dikoordinasikan dengan baik saat kondisinya mulai kembali pulih.

Pemkot diharapkan bisa menampung aspirasi para pedagang yakni tetap mendapatkan kios sesuai jumlah surat izin yang dimiliki apabila kapasitas pasar memenuhi.

Baca Juga:  PSBB Jawa – Bali, Semarang Akan Diperketat

“Itu sudah kami sampaikan ke Pak Wali. Mungkin nanti bisa dirembug yang baik. Kalau tempatnya cukup kan tidak perlu satu pedagang satu. Kami juga tidak bisa memaksakan jika kapasitas tidak mencukupi. Nanti kita lihat dulu,” jelasnya.fer

Tentang Penulis: Kunairoh

Gambar Gravatar
Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *