Peminat Property Masih Minim

43 sec read

Semarang – Sudah memasuki triwulan keempat saat ini property di Kota Semarang masih dalam kondisi lesu kendati sudah menggelar pameran namun daya beli konsumen tetao masih rendah.

Menurut Ketua Panitia Pameran Dibya Krisnanda Hidayat mengatakan saat ini kondisi property masih kembang kempis belum mampu untuk naik karena pandemi masih tetap menyulitkan bahkan dalam pameran terakhir hanya terjual 11 unit.

Baca Juga;

“Memang tidak bisa dipungkiri pandemi ini benar-benar membuat propery lesu, sudah pameran 5 kali yang terjual 11 saja,”ujarnya kemarin.

Lebih lanjut, tiga bulan terakhir jajaran DPD REI Jateng memang getol menggenjot properti. Pada saat pameran keempat, berhasil mencatatkan transaksi sebanyak 50 unit. Lebih besar dibandingkan pada pameran kelima di akhir September.

 “Ini memberi sinyal jika pasar properti masih up and down,”imbuhnya.

Menurutnya, minat beli konsumen rendah karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, penemuan kasus baru covid-19 masih terus berlanjut. Ditambah keputusan ibukota untuk menerapkan PSBB kembali dinilainya berpengaruh.

“Hasil analisa kami, kondisi psikologis konsumen semakin tidak stabil. Sehingga itu dampaknya sampai sektor properti,”ungkapnya.

Baca Juga:  Togel Ditertipkan Jelang Ramadhan

Faktor kedua, perbankan masih membatasi pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Akibatnya, masyarakat yang hendak melakukan pembelian rumah kesulitan mendapatkan akses perbankan.

 “Kami tidak ingin pandemi ini berlarut-larut. Jika dibiarkan terlalu lama, akan menggerogoti ekonomi semakin masif dan tidak terkendali,”singgungnya.kris

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *