Pelaku Sakit Hati, Selesai Membunuh Sempatkan Mandi di Hotel

oleh
Polres Semarang melakukan konferensi pers terkait pembunuhan siswi SMA Dhea Fauzia.

Ungaran – Pelaku pembunuhan Dhea Fauzia Rahma siswi SMA warga Dukuh Kalitekuk, RT 4, RW 1, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak ternyata kerap menghina pelaku yang bernama Dicky Ramandany, 19.

Dicky mengaku membunuh korban pada Sabtu (14/11/2020) lalu. Mayat korban ditemukan di kamar nomor J-1 Hotel Frieda, Jalan Raya Bandungan-Lemah Abang Km 2.5 Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (15/11/2020) siang.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Ongkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, Keduanya datang naik motor berboncengan, tiba di hotel Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 08.00 pagi..

“Saat itu korban izin ke orangtua mau sekolah. Tapi di jalan bertemu dengan pelaku. Selanjutnya keduanya pergi ke hotel di Bandungan,” terangnya saat gelar perkara, Rabu (18/11/2020).

Lebih lanjut pelaku mengeksekusi korban tak lebih dari satu jam sebab usai membunuh korban, dan bahkan pelaku sempat mandi. Pelaku membunuh korban dengan membekap mulut korban dengan tangan lalu membenturkan kepala korban ke ranjang sebanyak 2 kali setelah itu korban di cekik di bagian leher dna menekan dada menggunakan lutut. Setelah memastikan korban tidak bernafas pelaku membungkus korban menggunakan kain selimut.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Organda Sesalkan Kebijakan Yang Tak Berpihak

“Selesai aksinya, pelaku membawa motor dan handphone korban,” ungkapnya. 

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menambahkan, sebelum kabur ke Surabaya, pelaku sempat menjual motor dan handphone korban kepada penadah di Demak. Sepeda motor dijual Rp 2 juta kepada Ahmad Muhharya.  Sedangkan handphone korban dijual Rp 125 ribu kepada Lukman Hakim.

“Kedua penadah ini ikut kami amankan,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan, motif pembunuhan itu karena pelaku sakit hati lantaran kerap dihina korban. Setiap kali lewat depan rumah korban, pelaku mengaku sering diledek sebagai laki-laki yang mudah diajak pergi kalau dikasih uang. Saat menghina itu, korban sambil menyodorkan uang kepada pelaku.

“Karena sering dihina, pelaku lantas merancang pembunuhan,” ujarnya.

Selain dihina, pelaku juga berniat ingin menguasai harta korban. Pelaku sendiri baru sekitar dua minggu menjalin hubungan dekat dengan korban.

Atas perbuatannya, pelaku Dicky Ramandany akan dijerat pasal 340 KUHP dan pasal 80 UU tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati.

“Ancamannya hukuman mati karena ini pembunuhan berencana,” tegasnya.mda