Pedagang Bakso dan Mie Serbu Program Vaksin

oleh
image 2021 09 14 132402 - Pedagang Bakso dan Mie Serbu Program Vaksin
Pedagang Bakso dan Mie Serbu Program Vaksin

Djonews.com, SEMARANG  – Program vaksinasi terus dilakukan, kali ini menyasar ke 3.000 pedagang mie dan bakso di Kota Semarang mengikuti vaksinasi di Tentem Mall Semarang pada Selasa (14/9/2021). Vaksinasi yang direncanakan akan berlangsung selama dua hari.

Sekjen Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Bambang Haryanto menyebutkan, dari 3.000 pedagang mie dan bakso yang mengikuti vaksinasi, 80 persen diantaranya merupakan warga Semarang. Sedangkan, 20 persen lainnya dari daerah penyangga Kota Semarang.

“Kalau secara keseluruhan anggota Papmiso Jawa Tengah ada 20 ribu. Namun, jatah vaksin baru 3.000. Jadi masih kurang sekitar 17 ribu,” ujar Bambang.

Pihaknya akan berupaya bekerjasama dengan setiap pemerintah daerah untuk melakukan vaksinasi kepada para pedagang mie dan bakso di masing-masing wilayah.

“Anggota Papmiso yang sudah divaksin nanti akan diberi stiker penanda. Ada beberapa kriteria untuk bisa mendapatkan stiker diantaranya harus prokes di tempat jualan, jaga jarak, sirkulasi udara bagus, dan harus vaksin,” imbuhnya.

Menurutnya, pedagang bakso harus mengikuti vaksinasi untuk percepatan pemulihan ekonomi khususnya sektor kuliner. Pasalnya, selama PPKM cukup banyak anggota Papmiso yang hampir gulung tikar dan menghentikan produksinya karena tidak dapat menutup biaya.

“Makanya, saya menggerakan vaksinasi. Ini supaya bergerak lagi ekonominya,” ucapnya.

Ketua Papmiso Jawa Tengah, Lasiman menambahkan, ada sekitar 600 pedagang mie dan bakso di Kota Semarang yang gulung tikar selama PPKM.

Hal itu karena aturan pemerintah sangat ketat, antara lain tidak membolehkan konsumen makan di tempat. Begitu pula banyaknya akses masuk kampung yang ditutup juga menyulitkan bagi pedagang bakso keliling untuk berjualan.

“Mau tidak mau mereka kukut karena semakin hari jualannya semakin tidak laku. Mereka memilih pulang kampung. Namun, sekarang mereka sudah mulai kembali lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Demak Ikut Mendukung Program TMMD

Dia berharap, adanya vaksinasai bagi pedagang mie dan bakso akan membuat sektor kuliner kembali bangkit, khususnya di Kota Semarang.

Diakuinya, vaksinasi bagi pedagang bakso memang belum menyeluruh. Padahal, dari 3.000 itu baru mencover 60 persen dari seluruh pedagang bakso di Semarang.

“Mudah-mudahan stoknya bisa mencukupi karena animo pedagang dan keluarganya sangat luar biasa. Mereka memang kesulitan mengisi online, maka kami minta cukup membawa KTP dan formulir yang sudah dibagikan,” terangnya. hrs

Tentang Penulis: Kunairoh

Gambar Gravatar
Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *