fbpx

Pasar Pon Terdeteksi Sapi Terjangkit PMK

  • Bagikan
Pemeriksaan hewan di Pasar Pon Ambarawa untuk pencegahan PMK.(dok: ist)

Djonews.com, KABUPATEN SEMARANG – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menemukan sapi yang telah terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Indikasi tersebut didapat usai dilakukan saat screening ke Pasar Hewan (Pasar Pon) Ambarawa.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan hewan dan kendaraannya dilarang masuk ke area penjualan dan dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Hewan sapi ini berasal dari daerah Polosiri, Kecamatan Bawen, namun info awalnya dia membeli dari peternak lain. Akan langsung kami lakukan isolasi,” ungkapnya, Kamis (12/5/2022).

Selanjutnya, kandang sapi yang terjangkit tersebut akan dilakukan lockdown karena berpotensi akan digunakan kandang komunal. Sehingga bisa dilakukan pemantauan kondisi sapi lainnya.

“Iya dilokalisasi dan diisolasi dulu, karena masa inkubasi virus tersebut 14 hari, sebelum hewan ternak tersebut diturunkan dan berbaur dengan hewan ternak yang lain semua telah melalui skrining pemeriksaan oleh petugas,” imbuhnya.

Sementara itu, penjual sapi, Ruslin asal Purwodadi mengaku dirinya sangat senang dengan adanya pemeriksaan terhadap hewan. Karena dapat mencegah dari penyakit mulut dan kuku.

“Khawatir ya mas kalau sapinya kena penyakit, bisa bikin harga anjlok, serta biaya tambahan untuk pemeliharaannya,” pungkasnya.(Muhammad Aries Nugroho)

Baca Juga:  Kurang Fokus, Dua Mahasiswa Alami Lakalantas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.