Parah ! Temukan 7 ODP di Kota Semarang

oleh -

DJONEWS.COM – Semarang, Petugas Gabungan dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang kembali merazia di sejumlah pusat keramaian. Antaranya pasar tradisional, mall, rental play station.

Pertama dengan mendatangi Pasar Karangayu. Puluhan pedagang dan pengunjung langsung dicek suhu tubuh, dan hasilnya terdapat dua orang yang dutetapkan menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP).

karena memiliki suhu tubuh lebih 38 derajat. Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pihaknya ingin memastikan aktivitas pasar tradisional benar-benar tutup setelah pukul 11.00 WIB.

“Ini kami datang kesini pukul 10.00 WIB sekaligus mengulangi imbauan Pak Wali supaya menutup pasar maksimal pukul 11.00 WIB, kita lakukan pengecekan suhu tubuh,” ujar Fajar.

Baca Juga :   Detik-Detik Puting Beliung Merusak SPBU di Ambarawa

Pengecekkan dan sosialisasi dilanjutkan ke Matahari Johar, petugas menyisir ke outlet-outlet untuk pengecekan suhu tubuh. Warga rela antri untuk mendapatkan giliran.

Serta mengedukasi kepada masyarakat untuk menghindari keramaian, sering cuci tangan dengan sabun dan selalu jaga jarak. Dari puluhan pengunjung dan penjaga outlet di Matahari Johar, ada 5 orang dengan suhu badan diatas 38 derajat langsung dipantau oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kemudian, razia dilanjutkan di Mall Paragon yang berlokasi di Jalan Pemuda. Di tempat tersebut, petugas menemukan dua orang siswa SMP memakai pakaian bebas yang justru asik bermain di pusat permainan.

Ke dua siswa tersebut untuk kemudian langsung di data dan diminta untuk segera pulang secara halus. Petugas dari Dinkes juga melakukan pengecekan suhu tubuh di pengunjung yang datang maupun penjaga outlet di mall.

Baca Juga :   Bertambah Satu Pasien Di Kota Semarang

“Tempat bermain di mall itu pasti masih banyak siswa yang nekad untuk mendatangi. Padahal aturannya jelas jika mereka disuruh untuk belajar dirumah bukan keluyuran,” ujarnya. Razia kemudian dilanjutkan ke arena play station di jalan Puspogiwang.

Beberapa play station telah tutup karena diduga razia sudah bocor. Dikatakan Fajar razia gabungan untuk mecegah terjadinya kerumunan akan terus digelar. Menurut Fajar, dari hasil penyisiran, ditempat-tempat kerumunan yang didatangi sudah relatif tertib dan melaksanakan arahan pemerintah.

“Beberapa tempat-tempat kerumunan relatif sudah tertib, mereka dengan suka rela menutup tempat usahanya karena menyadari rawan penyebaran virus. Virus Korona bisa dicegah dengan kedisiplinan masyarakat mengikuti arahan pemerintah,” katanya.

Baca Juga :   Positif Corona, Dilaporkan Menhub Budi Karya

Sementara itu, seorang owner rental Play Station di Puspogiwang, Wahyu Rahadi, mengatakan usahanya telah tutup sejak Selasa Malam lalu setelah didatangi oleh petugas Polrestabes Semarang.

“Kami sangat mendukung, makanya setelah mendapatkan himbauan dari petugas kepolisian, kita langsung tutup. Karena kita juga menyadari wabah virus corona ini sangat membahayakan,”” kata Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *