,

Pandangan Islam Dan Alur Berpikir Logika Dalam Menyikapi Covid-19

oleh -
Pandangan islam tentang covid19
Pandangan islam tentang covid19

Djonews.com – Dalam kondisi saat ini yaitu kondisi dimana Indonesia bahkan seluruh Dunia sedang mendapatkan cobaan untuk menghadapi covid19.

Dalam kondisi seperti ini perlunya untuk mengetahui tentang Pandangan Islam Dan Alur Berpikir Logika Dalam Menyikapi Covid-19 tersebut.

Berikut ini adalah Pandangan Islam Menyikapi Covid19 yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nur Aalam Fajar Syam S.Pd,I M.Pd.

Terdapat 3 tingkatan keimanan, yaitu :

  1. Islam
  2. Iman
  3. Ihsan

Dalam rukun iman terdapat “Iman kepada Qada dan Qadar”. Dalam hal ini, pandangan islam dalam menyikapi covid 19 yaitu melalui Iman kepada Qada dan Qadar terhadap Corona Virus Covid 19. Apa yang harus kita yakini?

Yang harus kita yakini yaitu Qada dan Qadar yang telah ditetapkan kepada kita tidak akan bisa dihindari, takdir yang telah ditetapkan untuk kita pasti akan menimpa/datang kepada kita, dan takdir yang bukan menjadi ketetapan untuk kita maka tidak akan pernah menimpa/datang kepada kita.

Terdapat 4 tingkatan Qada dan Qadar yaitu:

  1. Al ‘Ilm (pengetahuan) yaitu mengimani dan meyakini bahwa Allah Maha Tahu atas segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan bumi, secara umum maupun terperinci, Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bag-Nya, seperti dijelaskan dalam Surah AT Taubah ayat 115
  2. Al Kitabah (penulisan) yaitu mengimani bahwa Allah telah menuliskan ketetapan segala sesuatu dalam Lauh Mahfudz yang ada disisi-Nya, seperti dijelaskan dalam Surah Yaasin
  3. Al Iradah Wal Masyi’ah (kehendak) artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi atau tidak terjadi, di langit dan di bumi adalah dengan kehendak Allah, seperti dijelaskan dalam Surah At-Takwir/81 : 28-29
  4. Al Qalbu (penciptaan) yaitu mengimani bahwa Allah pencipta segala sesuatu. Apa yang ada di langit dan di bumi, penciptanya tidak lain adalah Allah SWT, seperti dijelaskan dalam Surah Al Furqon ayat 2.
Baca Juga :   8 Hal Sebaiknya Tak Dikatakan pada Anak

Adanya virus covid-19 merupakan kehendak dari Allah SWT, makhluk apapun yang ada di bumi adalah ciptaan Allah termasuk virus covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

Dalam islam, terdapat 2 penyimpangan akidah yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Golongan Qaddariyyah yaitu orang-orang yang menafikkan qadar, artinya tidak percaya akan adanya qadar Allah. Golongan ini hanya berikhtiar tanpa mempercayai qadar Allah itu ada. Mereka meyakini dengan menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tidak bepergian dapat menghindarkan diri dari covid-19 tanpa mempercayai qadar Allah.
  2. Golongan Jabariyyah yaitu orang-orang yang hanya bertumpu pada takdir tanpa melakukan ikhtiar seperti melakukan protokol kesehatan seperti stay at home, menggunakan masker, dsb. Orang-orang ini hanya bertumpu bahwa ketetapan Allah itu ada tanpa melakukan tindakan menjaga diri.

Kesimpulannya

Sebagai umat muslim, hendaklah kita mempercayai, meyakini, mengimani bahwa semua ini merupakan ketetapan dan kehendak Allah namun juga harus diiringi dengan ikhtiar agar kita terhindar dari virus covid 19 dan Semoga dengan adanya wabah ini dapat memberikan manfaat dan hikmah bagi kita semua.

Alur Berpikir Logika Dalam Menyikapi Covid-19

Matematika tidak selalu berbicara atau membahas mengenai perhitungan saja, namun juga mengedepankan logika. Dalam Menyikapi pandemi covid-19 ini kita memerlukan logika berpikir agar apa yang terjadi dapat kita terima secara sehat sesuai dengan kenyataan.

Baca Juga :   Cara Menghadapi Anak Perfeksionis

Adanya anjuran pastinya ada dasar, Mengapa tidak diperbolehkan melaksanakan sholat tarawih ataupun sholat jum’at di masjid ?. Dibalik larangan itu pastinya ada dasarnya, nah disinilah alur logika berjalan.

Dalam logika matematika terdapat implikasi, konvers, invers, dan kontraposisi dalam menyikapi wabah covid 19 ini.

Sebagai contoh terdapat implikasi (sebab akibat) sebagai berikut : “Jika manusia patuh terhadap protokol kesehatan (seperti menggunakan masker, tidak bepergian, dan stay at home dsb) maka penyebaran virus covid 19 dapat berkurang”, nilai kebenarnnya adalah True/Valid.

1. Konvers merupakan kebalikan dari implikasi Yaitu “Penyebaran virus covid-19 akan berkurang jika manusia mematuhi protokol kesehatan (seperti menggunakan masker, tidak bepergian, dan stay at home), Nilai kebenarannya adalah True/Valid

2. Invers merupakan ingkaran dari implikasi

Yaitu “Jika manusia tidak mematuhi protokol kesehatan (seperti menggunakan masker, tidak bepergian, dan stay at home) maka penyebaran virus covid 19 tidak akan berkurang”, Nilai kebenarannya adalah True/Valid

3. Kontraposisi merupakan kebalikan dari implikasi yang dinegasi Yaitu “Penyebaran virus covid 19 tidak akan berkurang, jika manusia tidak mematuhi protokol kesehatan (seperti menggunakan masker, tidak bepergian, dan stay at home)”, Nilai kebenarannya adalah True/Valid.

Jadi, Alur berpikir logika jika dimasukkan kedalam rumus sebagaimana di atas adalah VALID. Dijelaskan dalam H.R Bukhori yang berbunyi : “Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut dan Jika terjadi wabah ditempat tinggalmu, janganlah kamu meninggalkan tempat itu”. Sebagaimana yang dimaksudkan hadist diatas yakni kita dianjurkan untuk :

  1. Jika kalian mendengan wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut, artinya kita dianjurkan untuk “Stay at Home”
  2. Jika terjadi wabah ditempat tinggalmu, janganlah kamu meninggalkan tempat itu”, artinya kita dianjurkan untuk mengkarantina diri 2 anjuran diatas dimaksudkan agar kita menjaga diri dan tidak menjadikan kekhawatiran menyebarkan atau menularkan virus covid-19 dari segi islam juga dari segi alur berpikir logika.
Baca Juga :   Menghadapi Persaingan Antar Saudara

Sesi Tanya Jawab

  1. Apakah di jaman nabi ada wabah seperti ini? bagaimana nabi menyikapi wabah tersebut apakah dengan lockdown atau seperti apa ?
  2. Menurut perhitungan logika, kapan wabah covid-19 ini akan berakhir ?
  3. Selama pandemi ini banyak berita bohong (Hoax) yang beredar tentang covid-19 yang cukup meresahkan masyarakat, dalam pandangan islam dan alur logika bagaimana kita harus menyikapinya?

Jawab :

1. Ada, yaitu wabah Tha’un, adalah sebuah wabah yang menimpa negeri Syam pada masa akhir penaklukannya oleh Kekhalifahan rasyidin, yaitu pada tahun 638-639 (17-18 M) Nabi menyekapi dengan menerapkan larangan memasuki atau mengungsi dari daerah wabah (Lockdown).

 2. Menurut para ahli, ada beberapa prediksi berakhirnya wabah covid-19 :

  1. Ahli UGM memperediksi akan berakhir pada 29 Mei 2020
  2. Ahli ITB memprediksi akan berakhir pada akhir Mei atau awal Juni
  3. BIN memprediksi akan berakhir pada 60-80 hari sejak 2 Maret 2020
  4. Guru Besar UI memprediksi akan berakhir pada Mei 2020
  5. Ketua Gugus Penanganan Covid-19 memprediksi akan berakhir pada Juli 2020 .

3. Dari segi Logika, terdapat 2 cara menyikapi yaitu dengan :

  1. Cek sumber terkait
  2. Tanyakan pada yang ahli Dari segi pandangan Islam, menurut kaidah ulama yang berbunyi “Persaksian orang fasik tidak boleh diterima”, orang fasik yaitu orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah SWT dan rasul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *