Oknum Dokter Campurkan Sperma Ke Makanan Temannya

oleh
image 2021 09 14 171950 - Oknum Dokter Campurkan Sperma Ke Makanan Temannya
Oknum Dokter Campurkan Sperma Ke Makanan Temannya

Djonews.com, SEMARANG  – Seorang oknum dokter berinisial DP ditetapkan sebagai tersangka karena telah mencampurkan sperma ke makanan temannya sendiri. Dari keterangan pihak kepolisian DP melakukan aksinya lebih dari sekali.

Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, dari keterangan korban, ada gelagat keanehan dirumah kontrakkan yang mereka tinggali bersama tersangka selama ini.

“Sudah lebih dari satu kali (aksinya), korban merasa curiga, beberapa kali posisi tudung saji berubah-ubah,” katanya, Selasa (14/9/2021).

Pihaknya tidak bisa memastikan berapa kali tersangka melakukan aksi tersebut. Menurut pengakuan, tersangka merasa puas setelah melakukan perbuatan yang berujung pada dua korban mengalami trauma hingga saat ini.

“Saat melakukan aksi itu (onani) dia (tersangka) berfantasi, dan setelah itu (mencampurkan sperma ke makanan) tersangka mendapatkan kepuasan,” ucapnya.

Saat ini, penyidik Polda Jateng akan melakukan tes kejiwaan pada tersangka. Tes itu dilakukan sesuai dengan masukan dari jaksa.

“Sudah dilimpahkan, tapi berkas dikembalikan dan dilengkapi. Tapi sedikit (kekurangannya), salah satunya agar ada tes kejiwaan,” urainya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan. DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak dimuka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Diberitakan sebelumnya, Pendamping korban dari LRC KJHAM, Nia Lishayati menjelaskan dua korban, pasangan suami istri yang memakan makanan itu mengalami syok dan trauma. Keduanya masih mendapat penanganan medis hingga saat ini.

“Dampak dari tindakan tersebut, korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur dan gangguan emosi. Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti-depresan yang diresepkan psikiatri. Korban juga harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat anti-depresan selama minimal beberapa bulan ke depan,” ujar Nia.pjo

Baca Juga:  Pasar Karangayu Semarang Di Tutup

Tentang Penulis: Kunairoh

Gambar Gravatar
Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *