Semarang – Masa pandemi seperti ini membuat beberapa pengusaha tutup bahkan hingga gulung tikar akibat tidak ada pemasukan. Seperti halnya di mal Kota Semarang dalam kunjungan yang tercatat hanya diangka 50% hingga Oktober ini.

Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jateng, Ani Suyatni, mengatakan tingkat kunjungan di 16 pusat perbelanjaan di Jateng masih belum tinggi. Tercatat, pada Juli 2020 jumlah pengunjung mulai naik, yakni diangka 40-50 persen. Kemudian, Agustus 2020 diangka 65 persen. Namun, September kembali turun di angka 50-60 persen.

“Terakhir Oktober ini, kurang lebih di angka 50 persen dari kunjungan normal sebanyak 35-40 ribu per hari,” Ujar Ani, Kamis (5/11/2020).

Dirinya pun tak menampik jika pada libur panjang kemarin tidak ada dampak yang signifikan. Hanya mengalami kenaikkan 50% dibandingkan hari-hari biasa.

Hal senada yang dikatakan Head of DP Mal Semarang, Antonius Agus Budiawan. Hingga Oktober, presentase kunjungan mal masih berada di angka 40-45 persen per hari. Antonius mengakui, memang kondisi diatas belum stabil.

“Jika dulu per hari bisa 4.000- 4.800 pengunjung per hari, kini hanya 45 persen-nya,’’katanya.

Kendati demikian, penerapan protokol kesehatan tetap berlaku. Seperti pengukuran suhu sebelum masuk mal, menyediakan hand sanitizer saat masuk mal. Lalu menjaga jarak tempat duduk. Berkumpul maksimal lima orang. Memberi jarak antrean dan tambahan himbauan sosialisasi masker scuba dan buff.dya

Bagikan:

Tinggalkan komentar