Mulut Keluar Darah, Rencanakan Menikah Bulan Depan

1 min read

Semarang – Seorang gadis cantik ditemukan tewas di semak-semak di tepian jalan Pramuka Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati, Jumat (13/11) sekitar pukul 08.00, di duga mayat tersebut korban pembunuhan lantaran ditemukan luka di kepala.

Korban bernama Emy Listiyani, 26, warga Kampung Ngabean RT 4 RW IV Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Baca Juga;

Kejadian tersebut ditemukan pertama kali oleh Yazidul Khoeri, 29, warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati. Saat melintas di Jalan Pramuka naik sepeda motor.

“Ada pengendara motor yang lihat ada rokok masih ada isinya lalu dia putar balik, hendak mengambil rokok itu,” ungkap salah satu anggota kepolisian di lokasi kejadian, Jumat (13/11). 

Disaat mengambil rokok Yazidul melihat ada sepeda motor tergeletak di semak-semak sekitar 8 meter dari jalan. Merasa penasaran, ia pun mengecek motor Honda Beat warna merah bernopol H 3684 DQ itu. Namun tak disangka Yazidul, tidak jauh dari motor itu ditemukan seorang perempuan tertelungkup di semak-semak.

“Korban mengenakan pakaian, jaket, celana jins dan helm. Penemuan itu langsung disampaikan kepada pengendara motor yang melintas di lokasi kejadian,” bebernya.

Baca Juga:  Lakukan Simulasi PTM di 34 Sekolah se Jawa Tengah

Di lokasi ditemukan dompet korban berisi STNK dan KTP.  “Bagian kepala kiri terdapat seperti ada bekas benjolan, berdarah. Kalau bagian kanan tidak ada,” imbuhnya. 

Sebelumnya, warga mengira Emy adalah korban kecelakaan tabrak lari. Namun saat dicek, motornya tidak ada kerusakan. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.

Emy Listiyani

Desember akan Menikah

Perlu diketahui, bahwa Emy akan menikah pada 13 Desember mendatang dengan pria pujaannya yang bernama Ibnu Rosikin

“Rencana menikah bulan depan. tunangannya masih sedih, nangis,” ujar, Tiara Listiani kerabat korban.

Tiara tak menyangka keponakannya meninggal secara tragis. Ia mengaku tidak menaruh firasat apa-apa sebelum kejadian. Tiara terakhir bertemu korban seminggu lalu.

 Ia menjelaskan, awalnya tidak percaya mendengar kabar duka ini yang disampaikan oleh tetangga dekatnya. Namun setelah mendapat kiriman video dan foto terkait korban, baru setengah percaya. 

“Saya dikirimi foto motornya dan pelat nomor motornya melalui WA. Tapi saya tidak ingat pelat nomor, hanya ingatnya tahun motornya saja,” ujarnya. 

Baca Juga:  Banyak Jembatan yang Tidak Berizin

Tiara semakin yakin, setelah mendapat kiriman video terkait korban. Karena ciri-ciri warna jaket dan helm sama dengan yang dikenakan saudaranya.

Menurutnya, kepribadian korban dikenal tertutup. Sebelum ditemukan meninggal, sempat berpamitan tidak pulang selepas bekerja di Katering Restu Ibu di Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang. Emy menyampaikan kepada orangtuanya, akan menginap di rumah temannya. 

“Semalam telepon katanya tidak pulang. Tapi tidak tahu kemana. Kemudian tadi pagi sekitar jam 07.00 telepon lagi ke ibunya mau berangkat kerja,” bebernya. 

Namun selang kurang lebih satu jam, pihak keluarga mendapat kabar duka terkait meninggalnya korban. Sebab, korban merupakan anak tunggal. “Kami semua berharap, segera terungkap kejadian ini. Orangtuanya sedih,” tutupnya.prio

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *