Modus Bantu Urus BPKB, Warga Cepiring di Tangkap

  • Bagikan
Kapolsek Gemuh, IPTU Muhammad Yusuf.(dok:ist)

Djonews.com, KENDAL – NS (44) warga Desa Pandes, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal harus berurusan dengan Kepolisian dikarenakan menipu seorang warga dengan modus membantu kepengurusan proses balik nama atau mutasi BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) sebuah mobil.

Korban bernama Slamet Ali Sa’ban (37) yang merupakan warga Desa Kedung Gading Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta.

Kapolsek Gemuh, IPTU Muhammad Yusuf menjelaskan kejadian bermula ketika korban menghubungi pelaku untuk membantu mengurus BPKB mobil pada 30 Januari 2022 lalu.

“Korban ini mendatangi rumah pelaku, untuk menjelaskan proses balik nama dan menyebut harga biaya balik nama serta syarat-syaratnya,” ungkapnya, Selasa (20/9/2022).

Ia menambahkan, pelaku meminta kepada korban untuk biaya balik nama sebesar Rp 14,5 juta dan disetujui oleh korban.

“Korban menyerahkan uang muka kepada tersangka sebesar Rp 10 juta yang disertai dengan pemberian kuitansi,dan menjanjikan kepada korban paling lama tiga bulan,”, imbuhnya.

Namun, sesampainya September 2022 pelaku tiba-tiba menghilang dan proses mutasi mobil tidak ada kabar berita.

 “Sampai sekarang proses mutasi dan balik nama tersebut belum jadi dan uang sebesar Rp 10 juta itu malah dipergunakan untuk keperluan lain tanpa seizin atau sepengetahuan korbannya,” bebernya.

Lanjut Kapolsek Gemuh, karena telah menunggu kabar hingga dua bulan dari pelaku dan tidak ada kabar serta tidak bisa dihubungi, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gemuh untuk ditangani lebih lanjut.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gemuh, Aiptu Rizal mengatakan langsung melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku di rumahnya di Desa Pandes Cepiring.

“Kami lakukan penangkapan terhadap pelaku NS dan pada saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan,” jelas Aiptu Rizal.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Depan Sekolah SMP

Pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukan keberadaan BPKB dan STNK yang di simpan di loker cek fisik Samsat Kabupaten Kendal.

“Pelaku dan barang bukti BPKB dan STNK sudah dibawa ke Polsek Gemuh guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara 4,5 tahun dan atau 372 KUHP dengan ancaman penjara 4,5 tahun.(Fauzi Rohmat)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

adplus-dvertising