fbpx

Minyak Goreng dan Curah, Hilang

  • Bagikan
Salah satu toko yang biasanya menyediakan minyak goreng dan minyak curah kini sudah tidak menyediakan lagi.(dok:ist)

Djonews.com, DEMAKSemenjak pemerintah mensubsidi minyak goreng terjadi kelangkaan dibeberapa tempat seperti di Pasar Tradisional Bintoro, Demak. Banyak pembeli yang kecele minyak goreng curah atau kemasan sulit didapatkan.

salah satu pemilik Toko Utama Arwan mengaku sudah sejak kemarin hingga sekarang dirinya tidak menjual minyak.

“Mumet, pusing saya merasakan minyak. Kemarin ada subsidi, sekarang dicabut, ya sama saja,” katanya, Kamis (17/3/2022).

Ia menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada sales minyak goreng kemasan namun ditunggu hingga 11.00 WIB pesanannya pun tak kunjung datang.

“Belum ada tanda pastinya, kemarin kata salesnya masih ada namun terbatas, paling dikasih 5 slop atau 10 slop,” ungkapnya.

Ia menerangkan stok minyak goreng curah pun tak ada. Dua hari biasa ia menyuplai namun sejak kemarin tak mendapatkan minyak goreng curah.

“Hari ini belum ada, padahal (migor) curah ini habis saja tidak ada lagi. Memang habis, nggak ada stok. Subsidi sudah tidak ada, kemarin dari pemerintah sudah dicabut jadi harga normal Rp 18 ribu. Ini digunjang-ganjing lagi, kemasan nggak ada curah nggak ada, repot kan,” keluh Arwan.

Arwan memaparkan, dirinya biasanya menyuplai minyak goreng curah satu tangki untuk penjualan dua hari. Sementara untuk minyak goreng kemasan hemat, 2-3 hari masa penjualan sebanyak 50 slop.

“Biasanya pengambilan satu tangki minyak curah ya dua hari muatannya. Satu tangki itu 4,5 sampai 5,5 ton. Kalau minyak kemasan pengambilan 2-3 hari 50 slop, itu yang hemat, belum (menyebut merek lain),” ujarnya.

Terkait harga jual, Arwan menjual migor curah Rp 18 ribu per liternya. Sementara minyak kemasan hemat sekitar Rp 23,5 ribu per liter.

“Satu slopnya Rp 270 ribu, dari sananya (sales). Saya jualnya Rp 275 ribu, dapetnya kan Rp 23 ribu, saya jualnya Rp 23,5 ribu. Itu baru satu liter, yang dua liter, setengah liter sudah tidak ada,” terangnya.

Baca Juga:  Polda Jateng Pastikan Tidak Ada Penilangan

Sementara pemilik toko lain di Pasar Bintoro yang enggan disebut namanya, menyebut harga minyak curah dari agen Rp 18 ribu dan harga jualnya Rp 19 ribu per liter. Menurutnya, kelangkaan suplai minyak goreng kemasan masuk toko kecil di Pasar Bintoro Demak sudah sejak satu bulan ini.

“Sekitar sebulan ini (tidak ada migor). Seminggu sekali harusnya datangnya di pasar, tetapi tidak ada, masuknya di toko-toko besar,” ujar ibu-ibu berusia paruh baya tersebut.

Ia menyebut, sebulan sebelumnya migor kemasan bisa ia dapat dua dus seminggu sekali. Dua dus itu pun tak merata, hanya sejumlah toko.

“Dulu-dulunya dikasih 2 dus (setiap minggu) bulan kemarin. Selanjutnya sudah gak ada. Dua dus itu pun susah, jarang, tidak merata yang dikasih,” pungkasnya.(Fauzi Rohmat Nugroho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.