,

Membangun Pola Pikir Kreatif Untuk Menuju New Normal

oleh -
Sara Neyrizha
Sara Neyrizha

Hari/tanggal : Senin, 15 juni 2020
Waktu pelaksanaan : 10.00-12.10
Pembicara :
– Sara Neyrizha
– Norma Puspitasari, M.Pd
Moderator : Restu Aprianto (Mahasiswa Politeknik Indonusa Surakarta)

Pola Poikir Kreatif Menuju New Normal

Materi 1 oleh Ibu Sara Neyrizha

New normal adalah kata yang ada pada dunia bisnis dan ekonomi. Namun dengan adanya pandemi ini kata-kata new normal sering terdengar. New normal disini adalah suatu hal yang biasa-biasa untuk dilakukan menjadi suatu tindakan yang harus dilakukan.

Persiapan + kesempatan = keberhasilan

Dampak pandemi yang terjadi sekarang berpengaruh pada keuangan dan lain-lain. Apabila dalam pandemi ini kita bisa melewati krisis-krisi ini dengan baik-baik saja, maka setelah pandemi ini kita akan baik-baik saja atau malah jauh lebih baik.

Digital life adalah satu-satunya alat untuk mencari informasi pada masa pandemi ini. Denganseperti itu maka peluang pekerjaan dalam jejaring komunikasi menjadi terbuka. Tidak harusbertatap muka secara langsung atau secara fisik kita bisa bertemu dengan media internet.

Untuk mampu bertahan diera saat ini(pandemi covid 19) diera new normal nanti atau era selanjutnya kita membutuhkan kreatifitas untuk membuka peluang untuk menyelesaikan permasalahan.

Baca Juga :   Penolak Jenazah di Ungaran Siap Disidangkan

Penting untuk kita mempersiapkan diri untuk membuat profil diri kita di internet. Kenapa? Karena sekarang HRD meihat data kita melalui internet, melihat kepribadian kita melalui internet.

Dalam mempersiapkan kesempatan ini perlu banget melakukan kreatifitas.
Creative mind? Tidak ada yang baru didunia ini. Kreatif di sini adalah melakukan suatu yang baru dari apa yang sudah ada, bukan menciptakan hal yang baru.

Contoh seperti jerome dia dengan mudah mengerjakan soal matematika, dia memanfaatkan kemampuannya untuk menciptakan peluang.
Kalo kita ingin kreatif kita haru mempunyai tujuan.

Kita harus tau tujuan kreatif kita itu apa? Apapun yang kita bisa tulis, buat. Lakukan kebiasaan baru hal ini dapat menjaga pola kreatif. Setelah mengetahui tujuan kita, antisipasi penghalang-penghalanya seperti malas. Tips untuk menghilangkan malas adalah.

  1. Buat time blocking
  2. Dari time blocking kita bagi menjadi 4 kuadran(penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, tidak penting tidak mendesak)
  3. Membuat jurnal, dibuat mind mapping, lalu evaluasi.
Baca Juga :   Apresiasi Dari KPAI Tentang Perlindungan Anak

Ketika orang mengenalmu orang percaya padamu ambil peluang itu dan berkolaborasilah dengan orang lain.

Kesimpulan :

Dalam menghadapi keadaan menuju new normal kita memerlukan persiapan dan mengambil sebuah kesempata untuk menuju keberhasilan.

Pola Berfikir New Normal Dalam Matematika

Materi 2 oleh Ibu Norma Puspitasari M.Pd

New normal itu dari sesuatu yang dianggap biasa dilakukan menjadi sesuatu yang baru yang harus kita lakukan. Terkait dengan matematika kemampuan-kemapuan bernalar, berfikir kritis, pemecahan masalah, berfikir kreatif, berkomunikasi, melakukan sutu koneksi, dan kemampuan
berkolaborasi yang merupakan kemampuan yang dibangun oleh orang-orang belajar dari matematika.

Jadi matematika merupakan ruh, jadi tidak semua matematika yang kita pelajari hanya sekedar angka-angka. Sebenarnya orang-orang itu mempunyai kemampuan dalam matematika tetapi kemampuan matematika itu tidak nampak atau belum dinampakan dan harus dikolaborasikan dengan kreatifitas.

Kaitannya dengan kreatifitas dalam new normal nantinya kita sudah beradar diantara matematika setiap harinya. Contoh penggunaan matematika pada menuju new normal adalah kita selalu dihadapkan dengan data-data, informasi-informasi di media sosial tentang covid19.
Seperti data prosentase dirawat sekian persen, sembuh sekian persen, dan meninggla sekian persen.

Baca Juga :   Harga Melambung, Kakap Putih Mulai di Berdayakan

Untuk mengetahui kebenaran data-data tersebut mahasiswa perlu memiliki kreatifitas. Dulu kita masuk kepada 4C Ability yang mana sekarang kita sudah bertransformasi ke 6C Ability. Dimana 4C Ability itu diantaranya adalah:

  1. Creative thinking.
  2. Critical thinking.
  3. Colaboration.
  4. Communication.

yang mana sekarang kita sudah bertransformasi ke 6C Ability. Tambahannya ada Computational thinking, dimana kita harus benar-benar bisa menggunakan teknologi dengan baik.

Contohnya seperti ketika kita tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka, harus menjaga jarak makanya kita bisa mengadakan webinar. dan Compassion, compassion adalah kasih sayang yang dimaksud adalah kita harus memberi kasih sayang kepada diri kita sendiri.

Kesimpulan:

Matematika tidak selalu terkait dengan angka-angka. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan matematika. Jadi kita harus terbiasa dengan adanya matematika dalam kehidupan kita.

Dalam menghadapi new normal kita masuk pada 6C ability yaitu antara lain creative thinking, crtitical thinking, colaboration, communication, computational thinking dan juga compassion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *