Masih Mau Main Bitcoin, Penambang Bitcoin Asal China Terpaksa Tutup

oleh
image 2021 08 04 174918 - Masih Mau Main Bitcoin, Penambang Bitcoin Asal China Terpaksa Tutup
bitcoin bangkrut

Djonews.com, ON THIS WEEKEND  –  Bermain dengan Bitcoin sangatlah menguntungkan dan bisa jadi malah merugikan untuk diri sendiri. Padahal baru-baru ini, Pemerintah China telah melakukan razia serta menutup penambang Bitcoin dengan dalih lingkungan.

Tentu saja, hal tersebut membuat penambang Botcoin berdampak besar apalagi di masa pandemi seperti ini. Termasuk  penambang Bitcoin bernama Liu Weiman yang terdampak penutupan tersebut.

Liu Weiman berusia 40 tahun, membuka 10 penambangan Bitcoin di Provinsi Sichuan. Dulu, sewaktu panen, dirinya bisa mendapatkan 70 sampai 80 Bitcoin untuk perharinya.

Menurut Media Caixin global, penambangan Liu dapat memperoleh antara 8 sampai 10% Bitcoin yang keluar per hari, jika klaimnya benar. Sebab secara total, ada 900 Bitcoin baru muncul setipa harinya.

Provinsi Sichuan memang jadi lokasi favorit tambang Bitcoin karena wilayah pegunungan ini punya sumber energi hydro yang murah. Dikutip dari New York Post, Selasa (3/8/2021) Liu sendiri mendapat dukungan dari pemerintah lokal karena membantu mengentaskan warga dari kemiskinan.

Sebelum razia, China menghasilkan 46% Bitcoin di April 2021. Nomor dua adalah Amerika Serikat dengan 17%. Akan tetapi dengan alasan menurunkan emisi karbon, tambang Bitcoin ditutup, awalnya yang mengandalkan batu bara untuk listrik.

Awalnya Liu dan penambang lain di Sichuan merasa aman karena mereka mengandalkan hydropower. Namun ternyata semua penambangan Bitcoin diminta tutup. Bulan Juni pemerintah Sichuan menutup 26 tambang. Dua hari kemudian, mesin penambangan Bitcoin milik Liu juga disita.

Liu jelas rugi besar karena 10 tambangnya kini sudah tamat riwayatnya, tapi tidak menyerah. Dia sedang mencari lokasi tambang di luar China, termasuk di Amerika Utara dan Kazakhstan. Koleganya di perusahaan penambangan Bitcoin yang bernama Bit Mining juga akan membuka fasilitas baru di Texas.

Baca Juga:  Kripto Menurun Tajam, Sedangkan Bitcoin Tak Tersisa

Liu sendiri masih mempertimbangkan di mana akan membuka tambang baru Bitcoin. Lokasi tambang menurutnya harus punya sumber energi yang murah serta aman dari ancaman virus Corona. “Ini akan menjadi petualangan yang benar-benar baru,” sambungnya.(Tim Redaksi Djonews)

Tentang Penulis: Kunairoh

Gambar Gravatar
Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *