fbpx

Marketing Bank Syariah Gelapkan Dana Haji

  • Bagikan
Kokon Adi Astono (42) seorang marketing bank syariah di tangkap oleh Polda Jateng karena menggelapkan dana nasabah tabungan haji.(dok:ist)

Djonews.com, SEMARANG Kokon Adi Astono (42) seorang marketing bank syariah di Kota Semarang menggasak Rp1,2 miliar milik nasabah tabungan haji. Tidak tanggung-tanggung korban yang ditipu Kokon mencapai puluhan nasabah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan tersangka dalam melancarkan aksi menipu nasabahnya dengan cara memberikan iming-iming naik haji lebih cepat.

Tersangka meminta nasabah uang lebih dari yang telah ditentukan dari bank.

“Misal ada jemaah yang sudah menyetor uang Rp 25 juta, agar bisa berangkat awal nasabah harus top up Rp 11 juta dan itu tidak disetorkan melainkan digelapkan.”

“Untuk modus ini korbannya  ada 33 orang,” ujarnya saat konfrensi pers, Selasa (15/3/2022) kemarin.

Tidak hanya itu, kata dia, uang setoran tabungan haji milik nasabah sebesar Rp 25 juta yang dititipkan langsung dan diterima langsung tersangka juga tidak disetorkan. Total nasabah telah menyerahkan uang tabungan hajinya ke tersangka sebanyak 36 orang.

“Jadi total nasabah menjadi korban penipuan Kokon sebanyak 69 orang,” ujar dia.

Djuhandani menuturkan Lokasi menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di layanan satu atap Bank syariah yang berada di mall di Kota Semarang. Pelaku merupakan karyawan di bagian marketing di bank tersebut.

“Tersangka ditangkap unit Jatanras Polda Jateng di Pacitan Jawa Timur saat melakukan pelarian dan bersembunyi,” tutur dia.

Lanjutnya para nasabah jika dikalkulasi sebanyak Rp 1.230.000.000. Hasil kejahatan tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan uang itu untuk foya-foya oleh pelaku,” ujar dia.

Ia mengatakan barang bukti yang diamankan berupa satu bendel audit bank, slip setoran dari masyarakat, kontrak kerjasama, dan surat edaran bank.

Baca Juga:  Uji KIR Wajib Pakai Hand Sanitizer

“Tersangka dijerat pasal 378, 372, 374, dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun,” ujarnya.

Sementara itu Tersangka Kokon mengaku uang nasabahnya digunakan untuk kepentingan pribadi satu di antaranya untuk foya-foya. Dia juga mengakui bahwa uang nasabah itu juga digunakan untuk menyumbang Masjid.

“Uang itu untuk menyumbang masjid. Tapi hal itu tidak diperbolehkan dari pihak bank,” tandasnya.

Disisi lain, Tutik satu di antara Korban mengaku telah menyotorkan uang Rp 25 juta ke Pelaku. Dia telah menunggu 7 bulan namun tidak mendapatkan kepastian. “Saya setorkan uang ke tersangka secara cash,” ujar dia.(Putra Janoko)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.