Djonews.com, SEMARANG – Paguyuban Kelompok Tani (Poktan) Banjarsari, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang mengadu ke Polrestabes Semarang. Sebab, lahan pertanian mereka terkena aktivitas pembalakan liar di area sabuk hijau Jatibarang atau tepi Waduk Jatibarang, Kampung Siwarak, Kandri.

Padahal lahan pertanian tersebut ditanami melon, durian, alpukat, pisang, juga kacang milik mereka, rusak. Padahal, lemon yang mereka tanam siap panen.

Salah satu pengurus, Widodo (51) mengaku kelompoknya mengalami kerugian jutaan rupiah akibat pembalakan liar yang terjadi sejak Desember 2022. Sebelumnya para kelompok tani sempat mendatangi lokasi pembalakan namun tidak menemui titik temu.

“Pada 24 Desember 2022 lalu, kami sempat meminta ganti rugi tapi janji itu tak kunjung terealisasi. Lahan yang terkena seluas 5 hektar,” ujarnya, Kamis (26/01/2023).

Sementara itu, Kasie Humas Polrestabes Semarang Kompol Untung Kistopo mengungkapkan terkait laporan kelompok tani, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan akan ditangani oleh Satreskreim Polrestabes Semarang.

“Kita limpahkan ke Satreskrim untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Semarang berhasil menangkap 15 pelaku pembalakan di kawasan Waduk Jatibarang yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu. Mereka terdiri dari satu mandor dan sisanya penebang serta pengangkut kayu.

Belasan orang tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Batang dan Kendal. Mereka diamankan polisi saat berada di mess sekitar lokasi kejadian.

Bagikan:

Tinggalkan komentar