Korsleting Listrik, Sebuah Toko Kebakar

oleh -
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman di sebuah toko kertas di semarang.

DjoNews.com – Semarang, Toko Mahkota Jaya Kertas di Gang Besen Kelurahan Kranggan Semarang Tengah hangus terbakar, pada Senin kemarin (17/8) sekitar pukul 04.00. yang diduga akibat korsleting listrik.
Kapolsek Semarang Selatan Kompol Didi Dewantoro mengatakan, tidak ada yang mengetahui penyebab kebakaran. Hanya saja, tiga orang penghuni toko terbangun dari tidur setelah mendengar suara benda jatuh dan mencium bau asap.

“Diliputi rasa penasaran, ketiganya keluar kamar. Ternyata sudah ada api di lantai tiga, tempat sembahyang,” ungkapnya.
Saksi kebetulan bersama pemilik toko, Sisilia, 73, yang tidur di ruangan lantai dua. Begitu juga, dua karyawan toko lainnya tidur di lantai tiga, Atun, 45, warga Banjarnegara dan Parti, 40, warga Boyolali. “Setelah bangun dan keluar dari kamar, sudah melihat api yang sudah membakar tempat persembahyangan dan sekitarnya,” bebernya.

Baca Juga :   Beberapa Daerah Dilatih Simulasi Bencana

Melihat hal tersebut, kemudian tiga orang ini langsung berlarian mengambil alat pemadam api ringan (Apar) yang ada di dalam toko. Namun upaya pemadaman tidak berhasil, dan api semakin membesar. “Sampai habis lima Apar, api terus membesar. Akhirnya tiga orang ini berlarian turun menyelamatkan diri,” terangnya.
Selanjutnya, warga sekitar yang mendengar suara teriakan dari penghuni toko dan melihat kobaran api ini langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. Setelah berjibaku dengan penyemprotan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30. “Ada sekitar 10 mobil pemadam yang berada di lokasi melakukan pemadaman. Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian materiil,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Didi menyampaikan masih dalam penyelidikan. Namun demikian, berdasarkan keterangan karyawan toko tersebut, ada lampu listrik kecil di tempat persembayangan yang tidak pernah mati. “Kemungkinan korsleting. Ini masih dalam penyelidikan. Kalau jumlah kerugian materi belum diketahui, pemilik belum melakukan perincian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *