Kerusakan Penyempitan Gambar Pada TV Dan Cara Mengatasi Penyempitan Layar Dibagian Atas Maupun Bawah

oleh -
Gambar TV Mengecil Menyempit
Gambar TV Mengecil Menyempit

Kerusakan Pada TV Gambar Menyempit Dibagian Atas Maupun Bawah – Pada Era sekarang ini teknologi media elektronik sangatlah cepat berkembangnya terutama media komunikasi dan informasi.

BACA JUGA

Media komunikasi dan informasi seperti smartphone, TV dan lain sebagainya tentu saja sering mengalami kerusakan, oleh karena itu Anda haruslah dituntut untuk bisa membenarkan kerusakan tersebut.

Kerusakan yang terjadi pada TV yang gambar mengalami penyempitan pada bagian Atas, Bawah atau bahkan Atas dan Bawah, atau juga sampai tidak ada gambar sama sekali.

Kerusakan juga hanya keluar satu buah garis seperti lidi memanjang dari kiri ke kanan, sementara untuk suara masih bagus dan masih normal. Pada permasalahan seperti ini biasanya memang disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian vertikalnya, bisa jadi adanya kerusakan pada tingkat Osilator Vertikalnya atau bisa jadi adanya kerusakan pada tingkat outputnya.

Berikut ini adalah kerusakan vertaikal maupun horizontal pada layar TV.

Daftar Isi

Kerusakan Pada Vertikal

1. Untuk masalah gambar yang kurang lebar, sebelum Anda membuka casing belakang TV tersebut sebaiknya coba terlebih dahulu aturlah V-high, V-size, dan V-linenya dengan menggunakan menu service  (sermod) pada remot ( Pada model TV yang sudah mempunyai menu service (sermod) yang menggunakan remot).

Untuk TV yang belum mempunyai menu service remot terpaksa Anda harus membuka casing terlebih dahulu dan mengetrim trimpot V-high, V-size dan V-line nya.

Untuk letak trimpot-trimpot tersebut pada umumnya tidak jauh dari rangkaian vertikal output. Apakah Anda Sudah selesai melakukannya dan bagaimana hasilnya? Apakah tidak berhasil dengan pengetriman ini? Kalau tidak coba nomer 2.

2. Berdasarkan pengalaman Kami di lapangan, terjadi kerusakan vertikal seperti ini kami biasanya langsung menuju ke bagian vertikal outputnya. Karena memang kerusakan yang terjadi pada bagian output lebih sering terjadi dari pada di bagian osilatornya.

3. Ukurlah tegangan B+ suplai IC Vertikal outputnya, besar tegangannya tergantung dari IC yang di gunakan, biasanya kebanyakan menggunakan suplai yang 25 volt.

Tegangan menjadi turun atau drop? Cobalah untuk melepas IC nya selanjutnya nyalakan lagi TV tersebut dan ukur tegangannya kembali, sudah jadi normal? Jika iya berarti yang membuat turunnya tegangan adalah IC tersebut.

Sebaiknya ganti IC dengan yang baru, sesudah selesai mengganti dengan IC yang baru coba Anda nyalakan TV lagi dan lihat hasilnya, apakah sudah berhasilkah?

Kalau masih belum sempurna misalnya saja gambar masih kurang lebar, atau terlalu malah terlalu lebar, coba lakukan pengetriman V-line, V-high dan V-size nya.

Sampai disini mudah-mudahan Anda sudah berhasil mengatasi kerusakan TV dengan klarifikasi kerusakan Vertikal.

Akan tetapi kalau memang ternyata pada gambar masih juga belum muncul tampilan yang sempurna atau masih terjadi cacat misalkan saja terlalu lebar, kurang lebar dan V-size, V-line dan V-highnya tidak dapat menyempurnakan, maka Anda harus melanjutkannya dengan cara melakukan pengecekan komponen-komponen lainya disekitar rangkaian vertikal output tersebut.

4. Cek Kapasitor dan Resistor-nya. Kapasitor atau atau Kondensator yang rusak biasanya ditAndai dengan kerusakan fisik yang bisa dilihat dengan mata. Misalnya saja adanya pemudaran warna komponen, mengelupasnya kulit dari komponen ( biasanya menonjolnya bagian atas seperti mau meletus atau menggembung ) yangmana sudah terlihat seperti itu dicurigai, sebaiknya gantilah dengan yang baru atau ambilkan dari komponen dari TV yang lainnya, akan tetapi pastikan dahulu bahwa komponen tersebut masih layak untuk digunakan. Kemudian lakukan pengukuran nilai dari resistor-resistornya utamakan pada resistor yang dibawah 10 ohm.

Dalam pengecekan resistor ini Anda harus menggunakan multi tester karena kerusakan resistor sering dijumpai dengan tidak berubahnya warna komponen.

Jadi jika memang terjadi banyak resistor yang putus atau mengembangnya nilai dari resistor namun kondisi dari fisik resistor masih utuh tanpa perubahan. Jadi Anda harus teliti selama melakukan pengukuran nilai resistor tersebut.

B. Macam-macam Kerusakan pada bagian Defleksi Yoke Horizontal

Tidak adanya tegangan B+ pada kolektor transistor horizontal bisa saja disebabkan beberapa faktor yaitu antara lain karena:

  • Transistor horizontal kolektor-emitor short.
  • Dioda-dioda Penyearah Tegangan B+ Short Dari Trafo SMPS Short.
  • Power supply (SMPS) tidak bekerja.
  • Beberapa dari model TV menggunakan sirkuit dimana tegangan pada B+ rendah pada saat standby, tegangan B+ baru nantinya akan naik menjadi normal bilamana mikro kontrol sudah di hidupkan.
  • Kerusakan pada bagian mikro kontrol atau sirkuit pendukungnya bisa menyebabkan tegangan B+ tidak akan mau naik ke normal.
  • Sirkuit supply pada tegangan B+ menggunakan transistor atau relay yangmana sebagai “pemutus ON-OFF” yang memang dikontrol oleh bagian mikro kontrol dengan cara melalui kontrol pin “power ON-OFF”. Kerusakan yang terjadi mungkin disebabkan pada bagian sirkuit ini.
  • Kerusakan bagian mikrokontrol (kontrol power-on belum kerja).

Untuk dapat mengetahui apakah bagian defleksi horizontal sudah bekerja dengan baik, Anda bisa melakukan pemeriksaan atau pengamatan visual antara lain seperti berikut ini:

  • Pada saat diukur ada tegangan heater ada tegangan sekitar 5v AC. Nilai ini bukan nilai sebenarnya karena AVO-meter biasa tidak cocok untuk mengukur tegangan AC dengan frekuensi tinggi. Jika diukur dengan VTVM yang dipakai untuk dapat mengukur tegangan frekuensi tinggi, nilai sebenarnya dari tegangan heaternya adalah 6.8v AC.
  • Secara visual heater nampak menyala.
  • Diukur ada tegangan screen.
  • Di cek ternyata ada sisa muatan tegangan tinggi pada anoda tabung gambar.

Setelah di Cek ternyata sudah ada tegangan B+ pada kolektor transistor horizontal, maka jika bagian defleksi horizontal belum bekerja dengan normal bisa disebabkan karena:

Osilator horizontal pada IC jungle belum juga bekerja dengan baik. Biasanya memanglah tergantung dari model desain sistem kerja IC jungle, maka Osilator horizontal belum bekerja dengan baik yang disebabkan antara lain oleh:

  • Tegangan dari supply pada pin Horizontal VCC tidak ada atau bisa juga kurang dari yang normalnya seperti spesifikasinya. Biasanya penggunaan IC Jugle mempunyai tegangan kerja pada pin horizontal VCC yaitu sebesar 8v.
  • Pada TV model lawas Keramik resonator 500k hz rusak.
  • Beberapa tipe IC Jugle ada yang menggunakan resistor pill pup ( yang dihubungkan ke jalur supply plus) pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842 ). Jika resistor mengalami putus maka base transistor driver tidak akan mendapat tegangan bias.
  • Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara IC Mikrokontrol dengan IC Jungle mengalami putus atau ada jalur yang short yang disebabkan kerusakan pada part lain.
  • IC mikrokontrol posisi belum “ON” atau belum bekerja. Beberapa tipe dari IC Jugle osilator horizontal sudah dapat langsung bekerja dengan baik, jika ada supply tegangan H VCC tanpa menyalakan mikrokontrol terlebih dulu atau mikrokontrol rusak. Akan tetapi ada beberapa tipe yang belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan supply H VCC sebelum mikrokontrol mau “ON” (misalnya adalah TDA8842).
  • X-ray protektor dipasang untuk dapat mematikan osilator horizontal jika tegangan mengalami flyback over (kelebihan tegangan). TV yang memanglah model lama X-ray protektor aktif bekerja dengan cara menshort ke ground tegangan Horizontal VCC. Adanya kerusakan salah satu komponen pada sirkuit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan yang sebagai pemicu X-ray protektor bekerja.
  • Beberapa IC Jugle model lawas terkadang mempunyai pin X-ray input (misal TA8690, TA8659). Normalnya pin X-ray teganganya yaitu Nol (0). Jika dilakukannya pengukuran pada pin X-ray input ada tegangan (walaupun kecil) maka osilator tidak akan mau bekerja.

Kerusakan Pada bagian horizontal driver yang bisa disebabkan beberapa penyebab yaitu karena:

  • Tidak ada suplai tegangan ke kolektor.Terkadang memang dijumpai tegangan kolektor Nol (0), akan tetapi jika transistor driver dilepas maka tegangan kolektor ada. Ini bukanlah kerusakan pada bagian driver. Permasalahan ini disebabkan pada IC Jungle yang membuat tegangan base transistor menjadi berlebihan (over). Bisa disebabkan karena IC Jugle terjadi kerusakan atau horizontal osilator belum bekerja dengan baik.
  • Tidak adanya tegangan pada base transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horizontal belum bekerja dengan baik, terjadinya putus pada jalur, atau resistor pull-up pada pin horizontal out IC Jugle mengalami kerusakan.
  • Pada model TV tertentu pada umumnya memanglah pada jalur base transistor driver terpasang seperti adanya transistor protektor yangmana disambungkan ke bagian Vertikal out, dimana kolektor-emitor transistor protektor tersebut akan men-short kan ke ground tegangan basis bilamana terjadi masalah pada bagian vertikal. Cobalah untuk membuka (open) dahulu transistor ini.
  • Walaupun penyebab ini jarang terjadi terkadang disebabkan tranfo horizontal driver mengalami kerusakan.
  • Transistor driver sudah rusak.
  • Untuk dapat mengetahui bahwa osilator horizontal dan driver horizontal sudah dapat bekerja dengan baik, Anda bisa melakukan pengecekan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo driver. Biasanya kalau diukur akan ada tegangan sekitar 2v AC, bilamana base transistor Horizontal di buka (open).

Kerusakan transistor horizontal dimana biasanya kolektor-emitor short. Sehingga menyebabkan jalur B+ short ke ground. Akan tetapi terkadang transistor horizontal mengalami kerusakan karena base-emitornya yang memanglah short.

Kalau mengganti transistor horizontal sebaiknya menggunakan nomor komponen yang sama untuk menjamin keawetan pemakaian. Dan jika Anda mengganti transistor dengan nomor komponen yang berbeda memanglah dapat dilakukan, hanya saja terkadang dapat juga menimbulkan permasalahan seperti terjadinya proteksi arus berlebihan atau OVP (Over Current Protector) aktif bekerja, raster tidak penuh kiri-kanan, atau tidak awet (tahan lama).

Untuk menghindari kerusakan berulang atau pesawat kembali rusak sesudah di gunakan beberapa hari atau minggu. Sebelum melakukan penggantian transistor horizontal yang mengalami kerusakan, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan terhadap komponen lainnya yang mungkin bisa membuat transistor ini rusak, yaitu lakukanlah:

  1. Cek tegangan B+ apakah normal
  2. Periksa solderan pada kapasitor resonan.
  3. Periksa ELCO pada suplai kumparan primer trafo driver horizontal, mungkin kering.
  4. kalau perlu periksa defleksi yoke.

Kerusakan pada trafo flyback bisa Anda ketahui dengan terjadinya tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Transistor horizontal mengalami kerusakan short, dan bila diganti yang baru maka akan rusak lagi.
  • Pada bagian Body Flyback ada bagian yang menggelembung (hamil), warnanya berubah, ada lubang kecil yang biasanya terjadi keluar semacam lelehan.
  • Resistor pada sirkuit bagian ABL ada yang terbakar.
  • Kapasitor (220v) pada pin ABL Flyback short.
  • Adanya Percikan api yang keluar dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
  • Tegangan tinggi anoda, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainya keluar.
  • Jika dilakukan pengukuran dengan Ohm meter (dengan c 1k) terjadi kebocoran antara anoda cap dengan kaki ground Flyback.
  • Jika dilakukan pengukuran dengan Ohm meter ada hubungan yang terjadi antara kumparan primer dan sekunder.

Kerusakan Pada Defleksi yoke ditandai antara lain dengan:

  • Tegangan pada B+ turun atau drop dan biasanya disertai dengan suara noise huminng dari speaker. Jika konektor deflektor yoke dilepas maka bagian horizontal atau tegangan B+ dapat langsung bekerja dengan normal. Anda Jangan menyalakan TV terlalu lama tanpa adanya deflektor yoke karena dapat menyebabkan phospor tabung layar pada TV terbakar pada titik tengah layar. Kecilkan VR screen sebelum mencoba hal seperti ini.
  • Transistor horizontal rusak. Bila diganti akan rusak lagi.
  • Raster terlihat berbentuk seperti trapesium. Lepaslah kumparan defleksi yoke.
  • Keluarnya asap.
  • Apabila defleksi yoke dilepas secara pandangan terlihat ada bagian yang seperti terbakar. Jika Anda ingin melepaskan defleksi yoke sebaiknya Anda hati-hati jangan sampai merubah posisi adjusment magnet konvergen yang ada di belakangnya dan juga pada saat memasang kembali magnet konvergen pasang pada posisi seperti sediakala.

Sirkuit suplai tegangan H Vcc ke IC Jungle ada berbagai macam sistem, sehingga ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tidak adanya tegangan suplai H Vcc.

  • Tegangan diberikan dari suplai B+ melalui resistor puluhan kilo Ohm.
  • Tegangan diberikan dari tegangan rendah lewat resistor ratusan Ohm.
  • Suplai menggunakan sirkuit transistor pemutus yangmana memang dikontrol oleh bagian mikrokontrol, sehingga mikro kontrol yang belum menyala atau sirkuit pemutus yang terjadi kerusakan menyebabkan suplai H Vcc tidak ada.
  • IC Jungle terjadi kerusakan dimana pin H-Vcc IC Jungle short. Bilamana pin H-Vcc IC Jungle di buka maka akan ada tegangan.
  • Pada TV model yang lama biasanya terpasang sebuah transistor X-ray protektor pada jalur H-Vcc. Kerusakan yang terjadi pada transistor X-ray protektor akan menyebabkan H-Vcc di shortkan ke ground (tanah).

Bagian defleksi horizontal hidup namun sebentar kemudian terus mati. Masalah semacam ini bisa disebabkan antara lain karena:

X-ray protektor pada TV model lama biasanya akan mematikan osilator horizontal bila tegangan tinggi anoda over. Masalah kemungkinan bisa disebabkan karena:

  • Kapasitor resonan 1600v pada kolektor transistor horizontal mengalami perubahan nilainya yang mengecil.
  • Tegangan B+ over (berlebihan).
  • Kerusakan komponen pada sirkuit X-ray protektor, misalkan ada dioda zener bocor atau ada transistornya yang sudah bocor.

Tanpa adanya skematik diagram biasanya memanglah sulit untuk dapat mencari lokasi X-ray protektor.

Anda bisa melacak mencari lokasi sirkuit X-ray dengan cara sebagai berikut :

  • Bukalah semua pin yang ada pada Flyback kecuali pada pin B+ dan pin kolektor.
  • Hidupkanlah TV dan biasanya protek sudah tidak akan aktif bekerja lagi.
  • Solder ulang pin yang sudah dibuka satu persatu bergantian dengan dicoba hidupkan setiap kali habis menyambung salah satu pin yang sudah dibuka.
  • Apabila protektor bekerja, maka sirkuit X-ray berhubungan dengan pin yang baru saja disambung kembali tersebut.

OVP aktif bekerja bila arus tegangan B+ yang berlebihan (over). Kerusakan mungkin bisa disebabkan karena :

  • Kumparan deflektor yoke rusak.
  • Flyback rusak.
  • Beban Flyback berat, disebabkan karena sirkuit yang mengambil suplai dari Flyback ada yang rusak.
  • Sirkuit OVP sendiri ada yang komponen yang rusak.

Kerusakan yang terjadi pada bagian horizontal driver pada umumnya disebabkan beberapa faktor yaitu karena:

  • Transistor akan mengalami kerusakan sehingga terkadang hanya mau bekerja pada saat masih dingin saja.
  • Suplai untuk tegangan kolektor putus.
  • Terkadang tegangan kolektor NOL (0), akan tetapi jika transistor driver di buka maka ada tegangan. Kerusakan bukan pada bagian horizontal driver akan tetapi kerusakan terjadi pada bagian osilator horizontal.
  • Walaupun jarang terjadi kadang trafo horizontal driver rusak.

Ketika TV dihidupkan transistor Horizontal langsung rusak, sebelum kita sempat melakukan pengukuran. Kemungkinan bisa disebabkan karena:

  • Kapasitor resonan pada kolektor horizontal yang mempunyai tegangan kerja 1600v nilainya berubah mengecil atau solderan retak/lepas. Hal seperti ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada trafo Flyback yang menyebabkan transistor rusak. Nilai pada kapasitor ini cukup kritis oleh karena itu ganti dengan nilai yang sama.
  • Kumparan horizontal Deflektor yoke rusak terbakar atau short.
  • Flyback mengalami kerusakan pada bagian gulungan primer antara bagian pin B+ dengan pin kolektor short.
  • Tabung gambar mengalami kerusakan (biasanya terjadinya percikan api di dalamnya).
  • Tegangan B+ berlebihan (over).
  • Pada TV lawas terjadinya kerusakan pada keramik resonator 500KHz yangmana dapat menyebabkan frekuensi osilator dapat berubah menjadi tinggi. Biasanya disertai suara ngcriiitt sebelum terjadi kerusakan.
  • Kerusakan pada sirkuit PH1 (AFC1) seperti resistor, kapasitor atau IC Jungle.

Menjumpai transistor horizontal rusak secara berulang pada saat melakukan perbaikan TV, maka bisa dilakukan langkah-langkah percobaan sebagai berikut untuk mencegah kerusakan tersebut :

  • Siapkan bola lampu 100w / 220v 2 buah yang disambung secara paralel.
  • Tiap-tiap bola lampu diberi sambungan kabel sepanjang kurang lebih 30 cm pada kedua ujungnya dengan cara melakukan penyolderan.
  • Terjadinya hubungan jalur yang putus antara pin-Flyback yang ke kolektor transistor horizontal.
  • Pasang kedua bola lampu antara pin-Flyback dengan kolektor transistor horizontal secara paralel. Hidupkan TV tersebut.
  • Apabila bola lampu menyala dengan terang artinya bahwa masih ada kerusakan pada bagian yang lainnya yang dapat menyebabkan transistor horizontal mengalami kerusakan.
  • Apabila bola lampu menyala redup artinya kerusakan sudah teratasi dan kembalikan sirkuit seperti semula.
  • Transistor horizontal panas atau transistor dalam waktu dekat sudah rusak berulang sesudah diambil konsumen.

Penyebab kerusakan transistor horizontal bisa dikategorikan sebagai berikut:

  • Sinyal drive yang kurang sehingga membuat under-drive. Biasanya disebabkan karena elco sudah kering pada suplai Vcc trafo horizontal drive. Tegangan suplai yang turun pada horizontal osilator maupun horizontal drive juga bisa menyebabkan masalah ini.
  • Adanya sinyal drive yang berlebihan (over) dapat disebabkan oleh tegangan suplai pada horizontal osilator atau horizontal drive yang mengalami kelebihan (over). Biasanya hal ini di disebabkan ada komponen seperti resistor yang diganti dengan nilai yang tidak sama.
  • Sinyal drive yang mengalami kelebihan bisa juga disebabkan adanya tegangan H Vcc pada IC Jungle berlebihan. Bisa disebabkan karena terjadinya kerusakan regulator atau ada komponen resistor yang diganti dengan nilai yang berbeda.
  • Arus kolektor berlebihan disebabkan karena beban yang berlebihan. Mungkin juga dapat disebabkan karena deflektor yoke, Flyback, bagian Vertikal out terjadi masalah.
  • Tegangan kolektor berlebihan. Bisa disebabkan karena kapasitor resonan nilainya mengecil, tegangan power supply terkadang berubah naik. Tansistor yang dipasang tidak cocok atau tidak asli.
  • Pemasangan horizontal dengan pendingin kurang baik. Ada solderan kurang bagus pada bagian horizontal output, komponen bagian filter PH1 (AFC1).
  • Pada TV lawas Bagian Osilator terkadang mempunyai frekuensi yang berubah-ubah, misalkan saja keramik resonator 500Khz yang akan rusak.
BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *