Joki Vaksin di Semarang, Terungkap - Belajar Teknologi dan Investasi - DjoNews
Menu
Situs Tentang Belajar Teknologi serta Investasi Lengkap

Joki Vaksin di Semarang, Terungkap

  • Bagikan

Djonews.com, SEMARANG  – Polrestabes Semarang berhasil mengagalkan praktik perjokian vaksinasi di Puskesmas Manyaran. Pengungkapan kasus semula adanya kecurigaan dari petugas vaksinator terhadap peserta vaksin yang berbeda identitasnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan ketika itu seorang warga bernama Christin warga Ngaliyan, akan melakukan vaksinasi dan sudah mendaftar di aplikasi milik Pemkot Semarang. Namun, Christin mengaku khawatir karena pernah menjadi penyintas COVID-19 dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Saat dilakukan skrining antara fisik dan identitas, diketemukan perbedaan. Foto yang ada di KTP itu berbeda dengan wajah yang datang. Dari proses skrining kemudian diketahui, bahwa ternyata yang bersangkutan memang hanya disuruh untuk menjadi joki vaksin,” katanya, saat gelar ungkap kasus di Mapolrestabes, Rabu (5/1/2022).

Irwan menjelaskan, sebelumnya Christin bercerita kepada Irvanti akan mengikuti vaksinasi tapi takut gagal. Sehingga, dirinya memiliki pemikiran untuk dicarikan joki sebagai pengganti dirinya datang ke Puskesmas Manyaran guna mengikuti vaksinasi. Dari pembicaraan itu, Irvanti menawarkan Diah warga Gondoriyo untuk menjadi joki vaksin bagi tetangganya.

“Christin akan memberikan upah uang sebesar Rp500 ribu  kepada Diah apabila mau dan berhasil menjadi joki bagi dirinya, Karena aksi perjokian tidak terjadi sampai vaksin, maka kita ambil jalan tengah untuk mediasi antara pihak puskesmas dengan para pelakunya,” tambahnya.

Sementara itu Christin mengaku terpaksa menggunakan joki, lantaran dirinya pernah menjadi penyintas COVID-19. Bahkan, dirinya juga mengakui ada penyakit bawaan yang tidak memungkinkan mengikuti vaksinasi.

 “Bulan Februari saya hendak ke luar kota, yang diharuskan memakai aplikasi PeduliLindungi. Di sisi lain saya juga punya penyakit komorbid, dan dari situ saya berasumsi bahwa saya tidak perlu divaksin. Jadi kemudian saya minta bantuan mbak ini,” pungkas Christin.hrs

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *