Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain

oleh -

Pada suatu hari, ada seorang anak yang masuk ke dalam suatu rumah makan (restourant) yang sangat ramai, terkenal di kota dan mahal. Kemudian Anak tersebut masuk seorang diri dan memakai pakaian yang sangat amat biasa saja, tidak seperti anak-anak pada umumnya yang memakai pakaian yang bagus, rapi nan indah kalau masuk ke restourant.

Anak itu kemudian hanya duduk-duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan di restourant itu.

Ahirnya datanglah seorang pelayan perempuan yang menghampiri anak kecil itu, kemudian pelayan tersebut memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak terheran-heran, mengapa kok bisa anak kecil itu berani masuk sendirian ke dalam rumah makan (restourant) yang mahal ini, padahal dari penampilannya saja sudah tidak memungkinkan kalau dia bisa membayar.

Baca Juga :   7 Tips Belanja Online Supaya Murah dan Aman Yang Harus Kamu Lakukan
anak kecil makan eskrim

 “Berapa harga Es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat ini mbak?” tanya sang anak kecil.

Ahirnya Sang pelayanpun menjawab dengan agak penasaran dengan si anak itu, “oh itu harganya Lima puluh ribu dek”

Ahirnya sang anak kecil itupun memasukkan tangan ke dalam saku celana kemudian mengambil beberapa uang receh dan menghitungnya. Kemudian anak kecil bertanya lagi ke pelayan tersebut, “Kalau Harga ES krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat harganya berapa ya?”

Menyalinkode AMP

Si pelayan ahirnya mengerutkan keningnya, “oh itu, Dua puluh ribu dek. Kata sipelayan”

Ahirnya, Sekali lagi anak kecil itu merogoh uang receh dari dalam saku celananya kemudian menghitungnya lagi, kemudian dia bertanya lagi ke pelayan “Kalau saya pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat hargayan berapa ya?”

Baca Juga :   5 Cara Menggali Potensi Seorang Introvert

Kesal dengan pertanyaan dan kelakuan si pembeli kecil itu, ahinrya pelayan menjawab dengan ketus, “itu! Sepuluh ribu!”

Ahirnya sang anak kecilpun lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”

Pelayan itu ahirnya mencatat pesanan kemudian menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan anak tersebut. Anak itu tampak sangat riang, gembira dan menikmati es krim yang hanya dipesannya separuh saja dengan suka cita. Diapun menikmati dengan enaknya es krim itu sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran kepada anak kecil terseubt.

“Harga semua sepuluh ribu kan mbak?” tanya anak kecil tersebut kemudian membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh yang dibawanya. Mengetahui hal tersebut ahirnya wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung kembali uang-uang receh itu. Ahirnya sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana bagian belakangnya, dan si anakpun berkata “dan ini tips untuk kamu!” ujar sang anak sembari menyerahkan selembar uang 50 ribu tersebut untuk si pelayan.

Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan sesuatu hal yang baik untuk meremehkan orang lain, karena melihat penilaian dari luarnya saja, Anda tidak akan pernah tahu pada tempat apa, waktu kapan yang akan datang seseorang yang Anda remehkan bahkan dengan hina, bisa menjadi merupakan pengantar rezeki yang tak terduga untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyalinkode AMP