Djonews.com, KOTA SEMARANG  – Ada yang berbeda pemandangan di Dinding tanggul Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan Barito Semarang, kini dijadikan tempat untuk membuat karya seni lukis berupa mural. Bahkan, nantinya panjang media yang akan dilukis mural ini sendiri hampir mencapai empat kilometer.

Salah satunya, yang terlihat yang dilakukan oleh puluhan kelompok seniman mural, baru-baru ini mereka nampak sibuk menyelesaikan lukisan yang telah dikonsep sebelumnya. Berbagai konsep dihadirkan melalui gambar mural, misalnya tentang nasionalisme, kebudayaan hingga keberagaman Kota Semarang yang coba diaplikasikan dalam sebuah gambar dengan karya seni tinggi. Mural itu dilukis dengan media yang digambar sekitar 5 X 2,5 meter.

Perwakilan kelompok seniman mural asal Semarang Bams Mural, Bambang menjelaskan, kalau ini konsepnya mewakili semua. Ada nasionalismenya, ada kebudayaan dan keberagaman Semarang.

Bambang mengaku, menggarap mural dengan dua temannya, yakni Cholis dan Andik. Malam hari terutama akhir pekan memang sengaja dipilih karena ketiganya saat siang hari harus bekerja. Disinggung masalah kendala, ia mengaku tidak ada kendala kecuali cuaca.

“Kendala selain cuaca ya penerangan, kita kalau bikin malam hari harus narik kabel dan nyalur listrik dari rumah warga,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurut dia, ajang lomba mural ini sangat diapresiasi karena Pemkot Semarang mau memberikan wadah bagi para seniman untuk berkarya. Apalagi dinding di Jalan Barito ini cenderung tidak terawat dan kerap menjadi sasaran vandalisme. Ya walaupun dalam lomba ini mereka harus merogoh kocek pribadi untuk membeli cat, tiner dan lainnya.

“Pendaftarannya gratis, disini panitia hanya mengecat dinding tanggul dengan warna putih polos, kalau cat ya dari kami sendiri,”paparnya.

Namun sebagai seniman, ia mengaku senang dan bangga ketika karyanya bisa terpampang dan diapresiasi oleh masyarakat ataupun dijadikan background untuk berswafoto. Senada dengan seniman lainnya, Andik menyampaikan dirinya tidak mengejar hadiah. “Lebih, punya rasa bangga sih sudah bisa memberikan karya seni bagi Kota Semarang,” imbuh Andik, .

Camat Semarang Timur, Kusnandir mengatakan, jika awalnya perlombaan tersebut dilakukan ditingkat Kelurahan. Namun mendapatkan perhatian dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi hingga akhirnya dibuat lomba tingkat Kota Semarang dengan panjang hampir 4 kilometer.

“Pendaftaran dilakukan pada 11 sampai 14 Agustus 2022, peserta diberikan kesempatan untuk melukis mural selama 10 hari sampai 25 Agustus dan nanti dipilih pemenangnya,” katanya.

Mantan Camat Tugu ini mengaku, wilayahnya punya potensi yang besar untuk dijadikan spot wisata terutama di daerah BKT, apalagi ketik dipercantik  memperindah dinding BKT yang masuk di Kelurahan Rejosari ini.

“Harapannya tentu bisa jadi tempat Selfi atau berfoto-foto, sehingga lokasi ini nantinya menjadi tujuan atau destinasi wisata baru bagi warga Semarang dan sekitarnya,”tambahnya.

Mengenai hadiah yang diperebutkan, lanjutnya, Wali Kota Semarang telah menyediakan Rp 21 juta yang dibagi menjadi enam tingkatan juara, total ada  357 ruang yang siap untuk dilukis. “Nanti kita ramaikan Jalan Barito ini dengan menggandeng pelaku UMKM misalnya jadi tempat bersantai,” jelasnya.

Menurut panitia sekaligus juri lomba mural, Koko H.S. mengatakan tema lomba tersebut tidak dibatasi. Namun ada batasan lukis seperti tidak boleh mengandung unsur SARA, berafiliasi pada partai politik, menjaga tata tertib dan kesopanan dan menjaga kebersihan sekitar.

Peserta pun datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk ada yang datang dari luar pulau Jawa. Dengan jumlah total peserta yang berpartisipasi 150 orang.(Eko Sujatno)

Bagikan:

Tinggalkan komentar