Hajar Junior Sudah Menjadi Tradisi

oleh
image 2021 09 10 170653 - Hajar Junior Sudah Menjadi Tradisi
Hajar Juniornya Karena Sudah Menjadi Tradisi

Djonews.com, SEMARANG  – Polrestabes Semarang menangkap lima pelaku penganiayaan terhadap juniornya Zidan Muhammad Faza (21) hingga meninggal.

Kelimanya adalah Aris Riyanto (25) warga Dawung, Sugihan, Toroh, Kabupaten Grobogan. Andre Arsprilla Arief (25) Tembiring, Bintoro, Demak.  Albert Jonathan Ompu Sungu (23) anak dari Kornel Ompusuhu  mecantumkan alamat di Mes Sumatera, Wonodri, Semarang Selatan. Caesar Richardo Bintang Samudra Tombolon (22) Mojosongo, Jebres, Surakarta. Budi Darmawan (22) warga Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang.

Seorang tersangka Aris Riyanto mengaku, bersepakat memberikan pembinaan kepada junior atas kesepakatan atau ide bersama dengan keempat teman lainnya yakni dengan mengundang junior di luar kampus yang sudah menjadi sebuah “tradisi”.

Padahal sebelumnya, satu tersangka bernama Caesar Richardo Bintang Samudra (22) menyatakan bahwa Zidan Muhammad Faza (21)  meninggal usai menerima pukulan sebanyak satu kali di bagian dada lantaran dipicu bersenggolan dengan korban di jalan Tegalsari Barat Raya, Tegalsari, Candisari, Senin (6/9/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

Namun keterangan tersebut ternyata palsu setelah petugas melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti baru berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan Motif tersangka menutupi kejahatan teman-temannya lantaran merasa paling bersalah telah memukul korban terakhir kali hingga terjatuh pingsan.

“Iya keterangan awal pelaku direkayasa untuk menutupi perbuatan teman-teman pelaku,” terangnya, Jumat (10/9/2021).

Ia menyebut, kejadian penganiayaan bermula saat para pelaku  mengumpulkan juniornya sebanyak 15 orang untuk dilakukan tradisi senior terhadap junior.

Tradisi tersebut dilakukan di luar kampus yaitu di mes Indoraya, Genuk Krajan 2, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang.

Pembinaan senior ke junior berupa tindakan kekerasan yakni pemukulan ke arah badan yang dilakukan oleh ke lima tersangka.

Baca Juga:  RSUD Wongsonegoro Ajukan Pinjaman Rp 25 Miliar

Dari 15 orang tersebut satu korban meninggal dunia lantaran tak kuat dihantam pukulan para senior berulang kali.

“Korban tentu dipukul lebih dari satu kali karena pelaku ada lima orang memukul semua,” bebernya.

Menurut Irwan, pemanggilan senior ke junior atas kesepakatan bersama para pelaku. Pola pemanggilan senior ke junior ini sudah menjadi tradisi.

“Untuk lebih pastinya tentu pihak PIP yang lebih bisa menjelaskan hal tersebut,” paparnya.man

Tentang Penulis: Kunairoh

Gambar Gravatar
Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *