,

Mengenal 6 Fungsi Manajemen Beserta Penjelasannya

oleh -
Fungsi Manajemen Beserta Penjelasannya
Fungsi Manajemen Beserta Penjelasannya

6 Fungsi Manajemen – Perlu Anda ketahui bahwa sebagai seorang yang sudah manajer perlu memiliki banyak pengetahuan dan juga wawasan dalam bidang manajemen, dan supaya mendapatkan hasil yang lebih optimal, sebagai seorang manajer haruslah mengerti dan menguasai setiap detail dari masing-masing fungsi manajemen yang ada saat ini.

Dalam postingan kali ini kami akan membagikan wawasan mengenai macam-macam fungsi dari manajemen beserta penjelasannya, supaya memudahkan Anda sebagai seorang manajer mengoptimalkan hasil yang diperoleh.

Sebelum ke topik pembahasan alangkah lebih baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu pengertian dari manajemen itu sendiri? Berikut penjelasannya

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah suatu proses yangmana seseorang dapat mengontrol berbagai macam aktivitas yang dikerjakan oleh individu maupun kelompok. Manajemen perlu dilaksanakan guna untuk mencapai tujuan atau target dari individu maupun kelompok tersebut secara kooperatif dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.

Dari pengertian diatas, dapat di simpulkan bahwa ilmu manajemen bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk dapat mengatur sesuatu supaya tujuan yang ingin dicapai dapat tercapai. Sebenarnya, hal ini memanglah sudah sering terjadi di kehidupan Anda sehari-hari. Setiap masing-masing orang juga tentu pernah mempraktikkan ilmu manajemen secara tidak langsung di setiap harinya.

Selain itu, kata manajemen juga dapat artikan menurut etimologinya, manajemen mempunyai arti sebagai seni untuk dapat mengatur dan mengimplementasikan.

Berdasarkan Bahasa Prancis kuno, kata manajemen juga dapat diartikan sebagai bentuk usaha perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada guna untuk dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin, beliau menjelaskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan pengontrolan terhadap sumber daya supaya tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Efektif yang dimaksud disini adalah supaya tujuan tercapai sesuai rencana, dan efisien berarti bahwa manajemen diimplementasikan secara cermat, terorganisir, dan tepat waktu.

George Robert Terry

Menurut George Robert Terry, beliau mendefinisikan bahwa manajemen adalah sebagai proses ciri khas dari beberapa pelaksanaan, seperti melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Seluruh upaya tersebut bertujuan guna mencapai target dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada.

Baca Juga :   Mengenal Apa itu Jalur Afirmasi

Hilman

Menurut Hilman, beliau mengartikan bahwa manajemen merupakan fungsi untuk mencapai suatu target melalui perantara, serta melakukan pengawasan. Dengan begitu, tujuan dapat tercapai bersama.

Lawrence A. Appley

Menurut Lawrence A. Appley, beliau mengartikan bahwa manajemen adalah sebagai keahlian dalam membangkitkan orang lain supaya bersedia melakukan sesuatu. Tidak harus organisasi, keahlian manajemen juga bisa didapatkan oleh individu maupun kelompok.

Macam-Macam Fungsi Manajemen

Setelah kita mengetahui pengertian dari manajemen yang sudah kami jelaskan diatas, selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi dari manajemen.

Fungsi Manajemen

Dari masing-masing fungsi itulah seorang manajer dapat berperan dan berlaku sesuai dengan kaidah manajemen. Lantas apa saja fungsi dari manajemen itu? Berikut penjelasannya:

1. Fungsi Manajemen Perencanaan (Planning)

Fungsi Manajemen Perencanaan (Manajemen Planning)

Fungsi Manajemen Perencanaan (Planning) merupakan upaya organisasi atau perusahaan dalam menetapkan tujuan yang diharapkan lalu dilanjutkan dengan menyusun rencana berupa strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Bagi manajer, sebelum memutuskan ia harus mengkaji serta mengevaluasi dari berbagai rencana alternatif sebab ini merupakan langkah awal yang sangat berpengaruh secara menyeluruh terhadap perjelanan organisasi atau perusahaan nantinya.

Fungsi Manajemen perencanaan ini menjadi tolok ukur awal bagaimana jalannya organisasi / perusahaan, akan kah baik atau kah sebaliknya.

Kegiatan Fungsi Perencanaan

Ada beberapa kegiatan yang harus dikerjakan dalam fungsi perencanaan, diantaranya:

  • Menetapkan arah-tujuan serta target bisnis.
  • Menyusun strategi guna mencapai tujuan.
  • Menentukan sumber daya yang dibutuhkan.
  • Menetapkan standar kesuksesan dalam upaya mencapai tujuan.

Pembagian Perencanaan

Jenjang Manajemen mempunyai beberapa sudut pandang dalam perencanaan, yaitu:

Perencanaan Jenjang Atas (Top Level Planning)

Perencanaan yang bersifat strategis. Jenjang Atas (Top Level Planning) ini dapat memberikan petunjuk umum, rumusan tujuan, pengambilan keputusan serta dapat memberikan petunjuk pola penyelesaian dan sifatnya menyeluruh.

Perencanaan Jenjang atas (Top Level Planning) menekankan tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tanggung jawab manajemen puncak.

Perencanaan Jenjang Menengah (Middle Level Planning)

Perencanaan yang lebih bersifat administratif. Jenjang ini menyiapkan cara-cara yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan dari sebuah perencanaan yang akan dijalankan. Tanggung jawab perencaan ini berada di jenjang manajemen menengah.

Perencanaan jenjang bawah (Low Level Planning)

Perencanaan jenjang bawah lebih memikirkan terhadap bagaimana cara menghasilkan. Jenjang yang lebih mengarah pada kegiatan operasional sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam jenjang bawah ini, Manajemen pelaksana merupakan pihak yang bertanggung jawab di dalamnya.

Baca Juga :   Banyak Perguruan Tinggi Semarang Bersiap Diri

Syarat Fungsi perencanaan

Semestinya, perencanaan yang baik memenuhi beberapa syarat seperti:

  • Tujuan yang jelas.
  • Sederhana, sehingga udah dalam melaksanakan.
  • Memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilaksanakan.
  • Fleksibel, berubah sesuai keadaan.
  • Seimbang antara tanggung jawab dan tujuan di setiap bagiannya.
  • Setiap detailnya bisa dipergunakan secara efektif dan berdaya guna.

Manfaat Fungsi Perencanaan

Ada berbagai fungsi perencanaan, diantaranya:

  • Membuat pelaksanaan menjadi tepat dan kegiatan di setiap unit berjalan terorganisir dengan tujuan yang sama.
  • Dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi.
  • Memudahkan pengawasan.
  • Menjadi pedoman dasar dalam menjalankan kegiatan.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi Manajemen Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi pengorganisasian ini menjadi pengatur sumber daya manusia serta sumber daya fisik yang ada agar bisa menjalankan rencana sesuai keputusan demi mencapai tujuan yang diinginkan.

Fungsi pengorganisasian juga mengelompokkan berbagai aspek, seperti : aspek manusia, aspek peralatan, aspek tugas dan wewenang. Yang kesemuanya akan menjadi satu-kesatuan yang padu lalu kemudian digerakkan untuk melaksanakan rencanakan yang telah disepakati.

Pengorganisasian dapat mempermudah manajer dalam mengawasi dan menentukan orang yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang telah dibagi, seperti :

  • Tugas apa yang harus dikerjakan?
  • Siapa personil yang akan melakukannya?
  • Bagaimana tugasnya dikelompokkan?
  • Siapakah yang menjadi penanggung jawab atas tugas tersebut?

Semua telah ditentukan dalam fungsi pengorganisasian.

Pengorganisasian Kegiatan

  • Mengalokasikan sumber daya, menyusun serta menetapkan tugas. Dan juga menetapkan prosedur yang diperlukan.
  • Menetapkan struktur perusahaan sehingga jelas akan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab.
  • Melakukan perekrutan, penyeleksian, serta pelatihan dan pengembangan tenaga kerja.
  • Menempatkan tenaga kerja di tempat yang pas dan tepat.

Unsur Pengorganisasian

  • Sekelompok orang yang diarahkan untuk bekerja sama.
  • Melakukan kegiatan yang sudah ditetapkan yang diarahkan guna mencapai tujuan.

Manfaat Pengorganisasian

  • Pembagian tugas bisa sesuai dengan kondisi organisasi atau perusahaan.
  • Menciptakan spesialisasi saat menjalankan tugas.
  • Setiap personil dapat mengetahui tugas yang akan dilaksanakan.

Fungsi Pengorganisasian

  • Pengamanatan wewenang dari manajemen puncak terhadap manajemen pelaksana.
  • Terdapat pembagian tugas yang gamblang.
  • Terdapat manajer puncak yang profesional agar dapat mengkoordinasikan setiap kegiatan yang terlaksana.

3. Fungsi Penempatan (Placement)

Fungsi Manajemen Penempatan (Placement)

Manajer bertugas untuk dapat menempatkan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Dengan melaksanakan demikian, maka proses pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif.

4. Fungsi Pengarahan (Directing)

Fungsi Manajemen Pengarahan (Directing)

Fungsi ini merupakan usaha demi terciptanya suasana kerja yang sehat dan dinamis, sehingga kinerjanya efisien dan lebih efektif

Baca Juga :   Mengenal Fitur, Fungsi, Keunggulan serta Cara Menggunakan Google Classroom!

Kegiatan dalam fungsi Pengarahan, diantaranya:

  • Membimbing dan memotivasi para pekerja agar bekerja dengan efektif dan efisien.
  • Memberi tugas dan penjelasan secara berkala tentang tugasnya.
  • Menjelaskan setiap kebijakan yang telah menjadi ketetapan.

5. Fungsi Pengkoordinasian (Coordinating)

Fungsi Manajemen Pengkoordinasian (Coordinating )

Fungsi dari Manajamen pengkoordinasian adalah supaya dapat menjaga agar aktivitas pada sebuah organisasi tetap terus melaksanakan hubungan dengan baik dengan mitra dan juga dapat bekerja sama dengan baik. Tidak hanya itu saja, komunikasi juga sangat diperlukan dalam sebuah proses koordinasi antar lini di dalam organisasi, baik itu dalam komunikasi formal maupun informal.

6. Fungsi Pengendali atau Pengawas (Controlling)

Fungsi Manajamen Pengawasan

Fungsi Manajemen Pengendali atau Pengawasan ini adalah suatu usaha yang dilaksanakan guna untuk menilai suatu kinerja yang berdasarkan standar SOP yang sudah disetujui, juga melaksanakan perbaikan-perbaikan apabila memang dibutuhkan.

Kegiatan dalam fungsi pengendali, diantaranya:

  • Mengevaluasi keberhasilan serta target, dengan mengikuti indikator standar yang telah ditetapkan.
  • Menglarifikasi suatu penyimpangan yang terjadi lalu mengkoreksi penyimpangan itu.
  • Memberi alternatif berupa solusi yang diharapkan menjadi solusi yang dapat mengatasi masalah yang ada.

Fungsi Pengendali dapat berjalan efektif bila mengindahkan beberapa hal ini:

Jalur (routing)

Manajer menetapkan lajur pekerjaan sehingga bisa dengan mudah mengidentifikasi letak suatu kesalahan terjadi.


Penetapan Waktu (Schedulling)

Manajer menetapkan kapan semestinya pengawasan harus dijalankan. Terkadang pengawasan yang berjadwal tidak efisien dalam menemukan sebuah kesalahan, begitupun sebaliknya, terkadang sesuatu yang dijalankan mendadak malah dapat lebih berguna.

Perintah pelaksanaan (Dispatching)

Perintah pelaksanaan adalah bentuk pengawasan berupa perintah pelaksanaan terhadap suatu pekerjaan. Tujuannya supaya suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Perintah dapat menjadikan sebuah pekerjaan bisa terhindar dari kondisi yang membingungkan, sehinggaa pada akhirnya bila terjadi kesalahan, dapat dengan mudah teridentifikasi.

Tindak lanjut (follow up)

Manajer mencarikan solusi apabila terdapat kesalahan yang ditemukan. Tindak lanjut dapat dilakukan dengan memberi peringatan pada pihak yang sengaja maupun tidak sengaja melakukan suatu kesalahan dengan memberikan petunjuk agar jangan sampai kesalahan yang sama terulang.

Bentuk pengawasan yang baik itu berupa pengawasan yang mendasari dengan kebutuhan dan sifat serta karakter dari organisasi maupun perusahaan.

Sebuah pengawasan yang baik dapat terlaksana tanpa memakan banyak biaya dan dapat menjamin adanya kegiatan perbaikan. Untuk itu, sebuah organisasi atau pun sebuah perusahaan perlu menyiapkan langkah tata pola dan rencana organisasi / perusahaan sebelum pengawasan dilaksanakan.

Demikian Artikel dari kami mengenai Macam-Macam Fungsi Manajemen Beserta Penjelasannya Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *