,

Ekonomi, Manusia Karung Bermunculan

oleh -
masyarakat yang terdampak covid19
masyarakat yang terdampak covid19

Djonews.com – Baru-baru ini muncul fenomena manusia karung di kota-kota besar, termasuk Kota Semarang. Berbekal karung yang berkedok untuk mencari rosok, mereka biasa mangkal di jalan-jalan protokol Kota Semarang seperti Jl Pahlawan, Jl Veteran, Jl Ahmad Yani dan lain-lain. Beberapa orang tersebut duduk rapi sambil menenteng karung di dekat mereka.

Menurut pantauan, mereka tak perlu mengeluarkan kata-kata, mereka hanya perlu duduk di trotoar. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kode kepada orang dermawan yang akan memberikan. Meskipun mereka berkedok menjadi tukang rosok, namun lebih besar berniat mendapatkan sumbangan seperti makanan, sembako bahkan uang.

Orang-orang ini mirip pengemis meskipun tidak menengadahkan tangan. Pengharapan mendapatkan bantuan ini dimulai sejak pagi hingga menjelang buka puasa. Karung yang semula kosong menjadi terisi. Setiap kali ada mobil yang sekiranya ingin memberikan bantuan, mereka bergegas menyiapkan karung dan memasang muka welas.

Salah satu manusia karung Tukirman, 36, asal Semarang ini mengaku dirinya melakukan pekerjaan menjadi tukang rosok karena tak bisa lagi mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Baginya, di PHK sangatlah berat, ia lantas mengikuti orang-orang menjadi manusia karung.
“Mau jualan ya jualan apa, gak laku. Cara ini ya terpaksa daripada tidak ada pemasukan,” ujarnya.

Begitupun yang dilakukan Marni, 44, harus beralih menjadi tukang rosok karena kebingungan mencari pekerjaan usai di PHK. Ia terpaksa melakukan ini karena dinilai lebih mudah untuk mendapatkan uang atau makanan.

“Semua dilakukan biar anak-anak bisa makan, karena kalau gak kerja ya gak bisa makan,” tukasnya.wfh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *