Dua Kali Dalam Sehari Terjadi Longsor

oleh -
Bergotong royong membersihkan tanah yang longsor akibat intensitas hujan tinggi di kelurahan lempongsari.
Bergotong royong membersihkan tanah yang longsor akibat intensitas hujan tinggi di kelurahan lempongsari.

Djonews.id – Semarang, Hujan yang mengguyur sejak siang, mengakibatkan dua titik longsor di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Longsor tersebut terjadi pada Rabu (8/1) malam sekitar pukul 20.00 – 21.00 WIB. Titik longsor pertama berada di RT 1 RW 2, tepat di belakang rumah Ketua RT 1 Samidjo.

Berdasarkan pantauan, Longsoran tebing setinggi kurang lebih 4 meter menimpa dinding rumah, namun tidak sampai membuat kerusakan. Menurut Ngadiman, warga yang sedang membersihkan sisa longsoran, longsor di lokasi tersebut sudah keempat kalinya. “Sebelumnya sudah pernah longsor, tahun kemarin sudah 3 kali longsor. Bekasnya longsor sudah ditalud, ini longsor lagi,” ujarnya.

Longsor juga terjadi di RW 6. Tepatnya di RT 1, depan rumah Budi yang berada di belakang rumah Ketua RT 3 Heru Wiratno. Tebing sekitar 8 meter yang ada di belakang rumah Heru tersebut longsor di bagian atas. Sebelum longsor, tebing tersebut sudah diberi talud dari batuan padas yang disemen. Sedangkan di bagian bawah, Heru telah membuat fondasi bertingkat yang lebih kokoh.

Baca Juga :   Kemendikbud Mengkaji Pembukaan Kembali Sekolah di Zona Hijau

Alhamdulillah dari dua bencana itu tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil. Kerugian mungkin relatif kecil karena belum sampai merusak bangunan,” ujar Lurah Lempongsari Dilinov Kamarullah. Sekretaris Kecamatan Gajahmungkur Agus Satata menjelaskan dari delapan kelurahan, ada enam kelurahan yang berpotensi mengalami bencana. “Lempongsari, Gajahmungkur, Bendungan, Petompon, Bendan Dhuwur dan Bendan Ngisor. Kelurahan tersebut rawan di saat musim hujan ini, mayoritas tanah longsor dan pohon tumbang,” ujar Agus.(so)

Menyalinkode AMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *