Debat Pertama Esti – Mugi Saling Tunjukkan Keunggulan

46 sec read

Demak – Debat terbuka pada putaran pertama yang digelar oleh KPU Demak di Hotel Amantis pada Kamis (11/11/2020) malam terbilang cukup seru, karena paslon saling menunjukkan program masing-masing disertai sesi tanya jawab.

Banyak hal yang dibahas. Diantaranya seperti percepatan penanganan Covid-19 di Demak serta penanganannya, dan keberadaan karaokean liar di Demak. Di tambah lagi soal pupuk subsidi yang saat ini masih sulit petani memperolehnya.

Baca Juga;

Seperti halnya Paslon nomor 1 Eistianah-KH Ali Mahsun yang menyampaikan bahwa kesulitan petani terkait sulitnya memperoleh kartu tani merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat. Hanya saja Pemerintah Daerah menurutnya melakukan dorongan ke pemerintah pusat untuk kemudahan kartu tani.

 “Untuk pupuk subsidi, ini juga terkait dengan penerapan sistem e-RDKK yang ada. Yaitu, sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok penerima pupuk bersubsidi,” katanya.

Terkait dengan pelayanan kesehatan dan lainnya, jika terpilih menjadi bupati, maka pelayanan terhadap masyarakat juga akan dijalankan secara profesional. “Kita siapkan semua sesuai visi misi yang ada,” tambahnya.

Baca Juga:  Sekolah Daring, UIN Walisongo Dampingi Belajar Online

Sementara itu, Paslon nomor 2 Mugiyono-Mohamad Badrudin Maksum mengungkapkan, bahwa masalah pupuk bersubsidi termasuk menjadi kewenangan daerah. Karena itu, harus ditangani serius.

“Soal pupuk ini bermasalah sebab ada tetangga saya yang justru mendapatkan pupuk dari Purwodadi. Ini artinya, juga menjadi masalah daerah,”timpalnya.

Ketika di singgung tentang permasalahan sosial salah satunya keberadaan karaoke dirinya menjanjikan, jika terpilih sebagai bupati, dirinya akan mengembalikan marwah Kota Wali sebagaimana mestinya.kuh

Baca Juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *