fbpx

Calo Bus Terminal Terboyo Patok Pemudik

  • Bagikan
Potongan video yang menunjukkan pemudik yang dipatok harga tinggi ketika di terminal terboyo Semarang.(dok: ist)

Djonews.com, SEMARANG –  Beredar sebuah video yang di unggah oleh akun twitter @ Awa*** yang bernarasikan  seorang penumpang membawa tiket dari calo bus senilai 380 ribu untuk dua orang dari Terboyo Kota Semarang ke Kabupaten Pati.

Bahkan, me-mention ke akun Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, hingga kepolisian.

“#LaporHendi Monggo pak @hendrarprihadi @ganjarpranowo @poldajateng_ calo2 yg di warung2 mangkal lagi, berulah Penum mudik dari Jakarta diturunkan terboyo, langsung dipaksa tiket preman2 ini pak ke Pati harus 25-30rb jadi 190rb per orang. tutup, tegas pak. Ya Alloh 🤔😤,” tulis pemilik akun.

Dalam video tersebut perekam video menyebutkan peristiwa terjadi H-1 Idul Fitri atau hari Minggu (1/5) kemarin. Dia menyebut modusnya dengan didatangi beberapa orang.

“Pati-Semarang Rp 190 ribu, dua orang mas? Satu orang Rp 190 ribu, jadi 2 orang 380,” ujar perekam video kepada penumpang tersebut.

“Ya preman mas, keroyokan di Terboyo lagi. Cuma ke Pati kasihan ini masnya, dari Jakarta,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi(AKDP) arah timur seperti Kabupaten Demak dan seterusnya termasuk Pati seharusnya berhenti di Terminal Tipe A Mangkang Kota Semarang. Hal itu tertuang dalam keputusan Wali Kota Semarang Nomor 551.2/166 Tahun 2022 tentang penetapan rute lintasan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum antarkota antarprovinsi/antarkota dalam provinsi dan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum pedesaan di Kota Semarang serta penetapan terminal angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum sebagai lokasi awal dan akhir perjalanan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum antar kota antarprovinsi/antarkota dalam provinsi dan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum pedesaan di Kota Semarang.

Baca Juga:  Minyak Goreng Langka, Warga Pilih Curah

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi mengatakan di Terboyo sudah tidak ada lagi terminal penumpang. Pihaknya juga sudah tidak memperbolehkan menaik-turunkan penumpang di kawasan Terminal Terboyo. Dia menyebut terminal A Mangkang berada di bawah pengelolaan Kemenhub.

“Peristiwa seperti itu memang bukan pertama kali. Maka jika diarahkan berhenti di Terboyo jangan mau,” kata Reno saat dihubungi, Senin (2/5/2022).

Reno mengatakan penindakan di Terminal Terboyo merupakan wewenang Pemkot Semarang. Meski begitu, pihaknya menjelaskan pernah melakukan pengecekan dan saat didatangi baik bus maupun orang-orang di Terboyo langsung kabur.

“Jadi mereka itu kucing-kucingan ya,” ucap Reno.

Dia mengimbau penumpang jangan mau jika ditawari berhenti di terminal bayangan. Dia menyarankan jika mengalami penurunan paksa, penumpang sebaiknya mencatat nama PO bus, pelat nomor, jika perlu nama sopirnya kemudian melaporkan ke pihak Kemenhub atau pihak Terminal Mangkang.

“Difoto bisa, tiketnya, nama PO busnya. Jadi kami bisa melakukan penelusuran,” tegas Reno.

Reno menerangkan dalam keputusan Wali Kota Semarang itu sudah diatur bus atau angkutan yang berhenti di Terminal A Mangkang maupun Terminal B Penggaron. Untuk angkutan dari terminal ke berbagai tempat di Kota Semarang, sudah disediakan halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

“Kita sudah bekerja sama dengan Trans Semarang dan melayani hingga pukul 23.00 WIB. Itu untuk mengakomodir para penumpang di terminal,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Genuk, Kompol Subroto mengatakan pihaknya masih mengusut peristiwa tersebut. Unit Reskrim Polsek Genuk masih melakukan penyelidikan.

“Masih dalam lidik unit reskrim kemarin,” kata Subroto.(Tim Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.