Banyak Yang Pensiun, Pemkot Semarang Kekurangan ASN

oleh
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati

Djonews.com, SEMARANG  –  Pemerintah Kota Semarang kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 277 jabatan yang kosong dalam waktu dekat ini dikarenakan memasuki usia pensiun. Idealnya Pemkot Semarang membutuhkan 3ribu orang.

Wali Kota Semarang, Hendra Prihadi mengatakan tahun ini ada tambahan sekitar 300 orang, masih jauh dari ideal untuk optimalisasi kinerja di lingkungan Pemkot Semarang.

“Masih ada kekurangan di beberapa posisi jabatan karena kita kekurangan ASN, hal itu tentu bisa mengoptimalkan kinerja serta bisa diberikan reward berupa TPP,” ujarnya, Jumat (23/4/2021).

Sementara itu , Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati menyebutkan untuk ASN yang pensiun membuat jabatan di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD)  kosong.

“Dari data BKPP Kota Semarang, jabatan atau kursi yang kosong karena adanya ASN yang pensiun sebanyak 277 kursi, Ada yang dari eslon II, kepala sekolah, lurah ataupun staf juga pensiun,” tuturnya.

Untuk mengisi jabatan tersebut, pihaknya masih menunggu instruksi dari Wali Kota Semarang untuk melakukan pelantikan pengganti dengan menunjuk pejabat pelaksana tugas (plt).

Baca Juga:  Adakan Seminar Jaga Protokol Kesehatan

Sedangkan itu, bagi ASN yang pensiun pada bulan Mei 2021telah di bagikan hari ini yakni sebanyak 63 orang yang terdiri 56 PNS akan memasuki batas usia pensiun (BUP) PNS, satu PNS eselon II, 55 PNS,  jabatan guru, Jabatan Pengawas eselon IV, termasuk Lurah.

“7 Penerima SK Pensiun Janda/Duda, merupakan penerima ahli waris dari PNS pada saat masih aktif sebagai PNS di Pemerintah Kota Semarang meninggal dunia,”jelasnya.

Maret lalu, lanjut Litani, ada 50 orang dan bulan April ada 65 orang. Sehingga rata-rata ASN pensiun tiap bulan, jumlahnya puluhan dan berpengaruh pada jabatan kosong di beberapa OPD.

” ASN di kota Semarang sekitar 9000 orang, sedangkan Non ASN hampir 8000 orang, jadi memang kita masih membutuhkan banyak ASN,” sambungnya.kus